
Editorialkaltim.com – Tiga rumah warga di Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), terdampak pergerakan tanah. Dua di antaranya mengalami kerusakan parah setelah sebagian bangunan tergerus aliran sungai.
Kepala Desa Jembayan Erwin mengatakan, berdasarkan hasil peninjauan di lapangan, satu rumah warga telah masuk ke sungai. Satu rumah lainnya mengalami kerusakan mulai bagian dapur hingga menyebabkan badan rumah menggantung.
“Ya, ada satu rumah yang masuk ke sungai. Yang satu rumah lagi dapurnya sudah masuk, tetapi badan rumahnya sudah menggantung. Yang rumah ketiga WC-nya sudah ambruk,” ujar Erwin, Rabu (2/9/2026).
Erwin menjelaskan, dari tiga rumah terdampak, satu rumah masih relatif baik dengan kerusakan hanya pada bagian WC. Sementara itu, dua rumah lainnya mengalami kerusakan berat.
“Kalau satu rumah masih bagus, Yang dua, satu rumahnya rusak habis dimakan sungai Jadi yang rusak parah ada dua,” jelasnya.
Menurut Erwin, tanah di sekitar lokasi masih menunjukkan pergerakan. Namun, ia belum dapat memastikan apakah kondisi tersebut berpotensi berkembang menjadi longsor.
“Masih diperkirakan masih bergerak tanahnya. Ada pergerakan,” ujarnya.
Terkait potensi longsor, Erwin menyerahkan penilaian teknis kepada pihak yang berkompeten. Meski demikian, ia menyebut kemungkinan longsor tetap ada.
“Kalau itu saya tidak bisa menyimpulkan. Kita serahkan kepada yang ahli. Tapi ada kemungkinan,” katanya.
Untuk mengantisipasi risiko, penghuni rumah terdampak telah meninggalkan rumah dan mengungsi secara mandiri ke rumah kerabat maupun tetangga. Pemerintah desa belum menyediakan tempat pengungsian khusus.
“Ya, mereka mengungsi. Bukan diungsikan, mengungsikan diri, karena dari pemerintah belum ada menyiapkan tempat,” ungkap Erwin.
Erwin menyebut tujuh jiwa terdampak akibat peristiwa tersebut.
Dalam penanganan awal, Pemerintah Desa Jembayan telah mengirimkan surat kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), dan Dinas Sosial untuk meminta bantuan.
Erwin mengatakan, BPBD telah menyalurkan bantuan sembako kepada lima kepala keluarga (KK). Pemerintah desa juga masih menunggu kunjungan pemerintah kabupaten untuk meninjau langsung kondisi warga terdampak.
“Kami sudah bersurat ke BPBD, sudah ke Baznas, ke Dinas Sosial. Harusnya ada kunjungan dari kabupaten jam dua siang nanti,” tuturnya.
Erwin berharap pemerintah segera mengambil langkah relokasi bagi warga yang rumahnya tidak lagi layak ditempati, mengingat tanah di sekitar lokasi masih bergerak dan berisiko menimbulkan kerusakan lanjutan.
“Harapannya cepat dapat bantuan dari pemerintah untuk direlokasi sama pemerintah,” pungkasnya. (dhn/ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



