Ratusan Peserta Ikuti Apel Sabuk Kamtibmas di PPU

Editorialkaltim.com – Sebanyak 667 peserta dari berbagai unsur masyarakat dan instansi mengikuti Apel Sabuk Kamtibmas di halaman Mapolres Penajam Paser Utara (PPU), Kamis (13/8/2026). Apel digelar untuk memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kerukunan di wilayah PPU.
Apel dipimpin Kapolres PPU AKBP Andreas Alek Danantara. Peserta berasal dari berbagai unsur, mulai TNI, pemerintah daerah, DPRD, kejaksaan, pengadilan, Satpol PP, organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan dan keagamaan, komunitas, Satkamling, Forum RT, hingga pengemudi ojek online.
“Keamanan bukan hanya tentang bagaimana kita merespons ketika gangguan terjadi, tetapi bagaimana kita mampu mencegah gangguan tersebut sebelum menjadi lebih besar,” ujarnya.
Dalam amanatnya, Andreas menegaskan keamanan dan ketertiban bukan hanya menjadi tugas aparat, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Sinergi pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat dinilai penting untuk mendeteksi serta mencegah potensi gangguan kamtibmas sejak dini.
Ia juga mengingatkan tantangan kamtibmas kini tidak hanya muncul di lingkungan masyarakat, tetapi turut berkembang di ruang digital. Informasi yang belum terverifikasi, provokasi, hoaks, hingga ujaran kebencian berpotensi menimbulkan keresahan jika tidak disikapi secara bijak.
“Di era digital, suatu kejadian tidak lagi berhenti di tempat kejadian perkara, tetapi dapat berkembang menjadi persepsi, keresahan, bahkan konflik apabila tidak ditangani dengan cepat, tepat, dan bijaksana,” lanjutnya.
Karena itu, Andreas mengingatkan masyarakat tidak mudah menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya. Komunikasi dan musyawarah juga perlu dikedepankan ketika muncul persoalan di tengah masyarakat.
Masyarakat turut diminta menghindari tindakan main hakim sendiri serta segera melaporkan potensi gangguan keamanan kepada pihak berwenang.
“Apabila kita rukun dan kompak, maka gangguan dapat kita cegah sebelum membesar, perselisihan dapat kita selesaikan sebelum meluas, dan rasa aman akan semakin cepat dirasakan oleh seluruh masyarakat,” ujarnya.
Selain memperkuat komunikasi antarunsur, pengaktifan Satkamling dan jejaring keamanan di lingkungan masing-masing dinilai penting sebagai langkah pencegahan. Upaya tersebut diharapkan dapat menekan potensi pencurian, begal, tawuran, premanisme, serta gangguan ketertiban lainnya di wilayah PPU.(ta/ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



