Samarinda

Wakil Ketua DPRD Samarinda Rencanakan Alokasi Tambahan Sektor Pertanian dan Pangan

Wakil Ketua DPRD Kota Samarinda, Rusdi. (Istimewa).

Editorialkaltim.com – Wakil Ketua DPRD Samarinda, Rusdi merencanakan alokasi tambahan anggaran untuk sektor pertanian dan pangan di Samarinda. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan ketersediaan pangan di daerah tersebut.

Dia menerangkan, akan mengalokasikan dana ke Organisasi Perangkat Daerah (OPD) guna memperkuat sektor pertanian dan membangun ketahanan ekonomi nasional. Langkah ini perlu dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan memperkuat ketahanan pangan di kota Samarinda.

“Sektor pertanian dan pangan merupakan sektor penting yang harus mendapatkan perhatian khusus. Kami akan berupaya untuk mengalokasikan dana tambahan untuk sektor ini agar dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat,” ujarnya.

Baca  Aturan PKPU Terbaru, Sopian: Tetap Lima Dapil 45 Kursi di DPRD Samarinda

Menurut Rusdi, sektor pertanian yang memiliki potensi besar kurang mendapatkan perhatian serius karena anggaran dari OPD yang rendah.

“Kemungkinan pemerintah kota sudah menganggarkan dana untuk masing-masing bidang di OPD jika sudah ada alokasi anggaran untuk sektor pertanian,” katanya.

Politisi Golkar ini juga mengatakan, untuk menjaga ketahanan pangan, sudah ada peraturan yang disepakati sebelum 31 Desember 2022 lalu. Dia mengatakan, anggaran sudah disetujui sebelumnya, sehingga tidak dapat diubah saat ini.

Baca  Raih Lebih dari 500 Ribu Pengunjung, MTQN XXX Kaltim Catat Transaksi Ekonomi Rp1,1 Triliun

“Inii berarti bahwa semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sudah mendapatkan anggaran yang dibutuhkan sebelum membuat anggaran,” ujarnya.

Namun, Rusdi mengatakan, dia akan mengajukan peningkatan anggaran pada Agustus nanti untuk sektor mana saja yang masih membutuhkan tambahan dana, jika ada dan dana tersedia.

Untuk informasi, dihimpun dari berbagai sumber, data menunjukkan bahwa sektor pertanian dan pangan di Samarinda masih mengalami sejumlah kendala, seperti minimnya akses terhadap teknologi pertanian modern dan keterbatasan lahan pertanian yang tersedia. Hal ini menyebabkan produktivitas pertanian di kota Samarinda masih rendah, dan terjadi ketergantungan terhadap bahan pangan impor.

Baca  DPPKB Samarinda Bersama OPD Tingkatkan Edukasi Masyarakat Tentang KBKR

[FER | NFA]

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Mari bergabung di Grup Telegram “editorialkaltim”, caranya klik link, https://t.me/editorialkaltimcom kemudian join. Anda harus mengistal Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Related Articles

Back to top button