Internasional

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu Putuskan Bubarkan Kabinet Perang Israel

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu (Foto: Reuters)

Editorialkaltim.com – Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, membubarkan kabinet perang yang beranggotakan enam pejabat tinggi pemerintahan. Langkah ini diambil menyusul pengunduran diri Benny Gantz, mantan jenderal militer dan anggota kabinet perang, yang menimbulkan gelombang reaksi di kalangan politik Israel.

Menurut laporan Reuters, pembubaran kabinet perang diumumkan pada Senin (17/6/2024) oleh seorang pejabat yang meminta anonimitas. Netanyahu diperkirakan akan mengadakan rapat konsultasi dengan sejumlah menteri untuk membahas strategi terbaru dalam menghadapi konflik yang sedang berlangsung di Jalur Gaza, terutama melawan Hamas.

Baca  Serangan Balasan: Rudal Israel Gempur Iran, Bandara Ditutup dan Penerbangan Dihentikan

Dalam pertemuan yang akan datang, Netanyahu dijadwalkan bertemu dengan Menteri Pertahanan Yoav Gallant dan Menteri Urusan Strategis Ron Dermer, keduanya merupakan bagian dari kabinet perang sebelumnya.

Kabinet perang, yang juga melibatkan beberapa tokoh seperti Gadi Eisenkot dan Aryeh Deri sebagai pengamat, telah menjadi bagian penting dari strategi pemerintahan Netanyahu sejak bergulirnya konflik di Gaza Oktober tahun lalu.

Baca  Warga Palestina Tewas di Gaza Akibat Agresi Israel Bertambah jadi 32.226 Orang

Namun, keputusan Gantz dan Eisenkot untuk mundur telah menimbulkan pertanyaan serius mengenai efektivitas dan koordinasi dalam kabinet tersebut.

Gantz, dalam pidato pengunduran dirinya yang disiarkan oleh media lokal dan AFP, mengkritik keras Netanyahu.

“Netanyahu menghalangi kita untuk meraih kemenangan nyata. Itu sebabnya kami meninggalkan pemerintahan darurat hari ini dengan berat hati,” ujar Gantz.

Ia menambahkan tidak adanya strategi perang yang efektif melawan Hamas adalah alasan utama pengunduran dirinya.

Baca  Kebakaran Jenggot! Israel Tutup Media Al Jazeera, Klaim sebagai Corong Hamas

Langkah pembubaran kabinet perang ini juga menimbulkan kekhawatiran akan meningkatnya ketegangan antara Israel dan mitra internasional, termasuk Amerika Serikat. Khususnya, Netanyahu menghadapi tekanan dari sekutu-sekutu beraliran nasionalis-religius dalam koalisi pemerintahannya untuk diikutsertakan dalam keputusan strategis. (ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button