KaltimKukar

Kabut Asap Tebal, SMPN 1 Tenggarong Terapkan PJJ

Pintu masuk SMPN 1 Tenggarong yang saat ini berlaku sistem PJJ. (Foto: Editorialkaltim/Ridho)

Editorialkaltim.com – Kabut asap tebal dan cuaca ekstrem membuat SMPN 1 Tenggarong mengalihkan kegiatan belajar tatap muka menjadi pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Kebijakan tersebut diterapkan setelah para siswa mengikuti salat Istisqa di Kantor Bupati Kutai Kartanegara, Rabu (2/9/2026). Usai kegiatan, seluruh siswa dipulangkan untuk melanjutkan pembelajaran dari rumah.

Kepala SMPN 1 Tenggarong Imam Huzaeni mengatakan kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara dan Dinas Pendidikan.

“Mengingat hari ini ada kondisi yang ekstrem, cuaca ekstrem, kemudian ada kabut asap yang tebal yang tentunya kurang sehat. Jadi kami dari SMPN 1 Tenggarong mengikuti kebijakan Bupati Kutai Kartanegara maupun dari Kepala Dinas Pendidikan,” ujar Imam saat ditemui di kantornya, Kamis (3/9/2026).

Baca  DPRD PPU Dukung Perlindungan HKI untuk Tingkatkan Daya Saing UMKM Lokal

Sebanyak 989 siswa yang terbagi dalam 30 rombongan belajar (rombel) mulai mengikuti pembelajaran dari rumah. Siswa kelas VII, VIII, dan IX tetap menerima materi dan tugas dari guru masing-masing.

Meski berlangsung dari rumah, durasi pembelajaran tidak berkurang. Kegiatan belajar tetap berlangsung pukul 07.15 hingga 14.00 Wita dengan durasi setiap jam pelajaran (JP) selama 40 menit.

Baca  Dewan Kaltim Minta Petani Gagal Panen Dapat Perlindungan

“Jam pembelajaran sama, tidak dibedakan. Hanya masalah tempat saja. Tadinya berada di kelas, sekarang dialihkan di rumah,” jelasnya.

Untuk mendukung PJJ, sekolah menggunakan Google Classroom sebagai sarana pemberian dan pengumpulan tugas. Sementara itu, pembelajaran tatap muka secara daring dilakukan melalui Google Meet.

Imam menegaskan kehadiran siswa tetap dipantau selama pembelajaran daring. Siswa yang tidak mengikuti pembelajaran tanpa keterangan akan dicatat tidak hadir.

Baca  PPU Perkuat Sinergi Hadapi Ancaman Karhutla

“Kalau mereka tidak mengikuti, tetap dihitung alfa. Pada saat pertemuan tatap muka menggunakan Google Meet, mereka akan kelihatan,” ujarnya.

Ia berharap kabut asap segera mereda sehingga siswa dapat kembali mengikuti pembelajaran tatap muka di sekolah. (dhn/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button