Pemkab PPU Bentuk Tim Pengamanan Jalur Pipa Migas

Editorialkaltim.com – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) membentuk Tim Terpadu Pengamanan Jalur Pipa Minyak dan Gas (Migas) guna memperkuat perlindungan infrastruktur energi yang melintasi wilayahnya. Langkah tersebut diklaim menjadi yang pertama di tingkat kabupaten/kota di kawasan Kalimantan dan Sulawesi.
Pembentukan tim itu disosialisasikan melalui Keputusan Bupati PPU Nomor 500.10/100/2026 yang ditetapkan pada 2 Juni 2026. Sosialisasi digelar di Kantor Bupati PPU dan melibatkan unsur pemerintah daerah, aparat keamanan, serta pemangku kepentingan di sektor migas.
Wakil Bupati PPU Abdul Waris Muin mengatakan keberadaan tim terpadu menjadi kebutuhan mengingat PPU merupakan salah satu daerah strategis yang dilintasi jaringan pipa migas nasional. Menurutnya, pengamanan jalur pipa tidak hanya berkaitan dengan perlindungan objek vital nasional, tetapi juga menyangkut keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan.
“Tim ini diharapkan menjadi wadah koordinasi yang efektif dalam memperkuat pengawasan, pencegahan, penanganan masalah, serta membangun sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, perusahaan migas, dan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Waris.
Ia menjelaskan tim tersebut akan menyusun rencana kerja secara terstruktur, mulai dari pemetaan wilayah jalur pipa, patroli dan pengawasan rutin, sosialisasi kepada masyarakat, mekanisme penanganan laporan, hingga evaluasi berkala terhadap pelaksanaan pengamanan.
Menurut Waris, keberhasilan pengamanan jalur pipa tidak dapat mengandalkan aparat maupun perusahaan migas semata. Peran masyarakat dinilai menjadi faktor penting untuk mendeteksi potensi gangguan sejak dini sekaligus menjaga keamanan infrastruktur energi secara berkelanjutan.
Karena itu, pemerintah daerah juga akan mengedepankan langkah preventif melalui edukasi dan komunikasi kepada masyarakat yang berada di sekitar jalur pipa migas.
“Kami berharap forum ini menghasilkan langkah-langkah konkret yang dapat segera diimplementasikan sehingga pengamanan jalur pipa migas berjalan efektif,” katanya.
Sementara itu, perwakilan SKK Migas Kalimantan dan Sulawesi, Sutikno, mengapresiasi inisiatif Pemerintah Kabupaten PPU membentuk Tim Terpadu Pengamanan Jalur Pipa Migas. Menurutnya, hingga kini belum ada pemerintah kabupaten maupun kota lain di Kalimantan dan Sulawesi yang membentuk tim serupa.
“Kami sangat senang. Dari semua kabupaten dan kota di Kalimantan maupun Sulawesi, mungkin baru Penajam Paser Utara yang pertama kali menginisiasi hal semacam ini. Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih,” ujarnya.
Ia menilai pembentukan tim tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat mitigasi risiko terhadap objek vital nasional. Selain meningkatkan koordinasi antarinstansi, keberadaan tim juga diharapkan mampu mencegah berbagai potensi gangguan yang dapat mengancam keamanan jaringan pipa migas di wilayah PPU. (tin/ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



