KaltimKukar

Nobar Piala Dunia di PKS Tenggarong Diserbu Warga, Belanda Libas Swedia 5-1

Euforia Piala Dunia 2026 terasa hingga Tenggarong

Editorialkaltim.com – Euforia Piala Dunia 2026 terasa hingga Tenggarong, Kutai Kartanegara. Puluhan warga memadati Sekretariat DPC PKS Tenggarong di Jalan Gunung Sedayu RT 50, Kelurahan Loa Ipuh, untuk mengikuti nonton bareng (nobar) pertandingan Piala Dunia yang digelar secara gratis.

Sekretariat yang biasanya digunakan untuk kegiatan organisasi berubah menjadi ruang berkumpul masyarakat dari berbagai kalangan. Anak muda, orang tua, hingga keluarga menikmati pertandingan dalam suasana penuh keakraban.

Pada laga fase grup yang berlangsung 21 Juni 2026, penonton disuguhkan penampilan impresif Belanda yang mengalahkan Swedia dengan skor telak 5-1. Setiap gol yang tercipta disambut sorak sorai dan tepuk tangan dari warga yang memenuhi lokasi nobar.

Baca  Dewan Bontang Minta Perusahaan Transparan soal Pemutusan Kontrak Kerja

Ketua DPC PKS Tenggarong, Riyawan, S.Hut, mengatakan kegiatan tersebut digelar sebagai ruang hiburan sekaligus mempererat silaturahmi masyarakat.

“Melalui sepak bola, masyarakat bisa berkumpul, melepas penat, dan menikmati kebersamaan tanpa memandang latar belakang. Kami ingin sekretariat ini menjadi ruang yang terbuka untuk warga,” ujarnya.

Menurut Riyawan, antusiasme masyarakat terhadap Piala Dunia tetap tinggi meski Timnas Indonesia belum tampil di putaran final. Namun, tidak semua warga memiliki akses terhadap layanan siaran berbayar sehingga nobar menjadi alternatif untuk menikmati pertandingan secara bersama-sama.

Selain menghadirkan hiburan, kegiatan tersebut juga memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar. Keramaian yang tercipta membuka peluang bagi pedagang makanan, minuman, warung kopi, hingga pelaku UMKM untuk meningkatkan penjualan selama acara berlangsung.

Baca  Koperasi Merah Putih di PPU Terkendala Lahan

Kegiatan nobar tersebut turut dihadiri Anggota DPR RI/MPR RI Fraksi PKS Daerah Pemilihan Kalimantan Timur periode 2024-2029, KH Aus Hidayat Nur.

Ia menilai sepak bola memiliki kekuatan menyatukan masyarakat melalui pengalaman yang dinikmati bersama.

“Menonton pertandingan bersama keluarga, sahabat, dan masyarakat menghadirkan suasana yang berbeda. Interaksi, kebersamaan, dan semangat yang muncul menjadi nilai penting yang mempererat hubungan antarsesama,” katanya.

Piala Dunia 2026 sendiri menjadi edisi bersejarah setelah diikuti 48 negara, lebih banyak dibandingkan format sebelumnya yang hanya melibatkan 32 peserta. Turnamen tersebut juga untuk pertama kalinya diselenggarakan di tiga negara sekaligus, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Baca  Kukar Raih Opini WTP Ke-11, Ketua DPRD Beri Apresiasi

Bertambahnya jumlah peserta membuat persaingan semakin menarik dan menghadirkan banyak cerita baru dari berbagai kawasan, termasuk meningkatnya daya saing negara-negara Asia di panggung sepak bola dunia.

Bagi warga Tenggarong, kemeriahan Piala Dunia tidak hanya hadir lewat pertandingan di layar kaca, tetapi juga melalui momen berkumpul, bercengkerama, dan menikmati atmosfer sepak bola bersama.(ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button