Kukar

Masyarakat Desa Prangat Baru Raup Untung Ratusan Juta dari Kopi Luwak

Bupati Kukar Edi Damansyah dan Kades Prangat Baru saat melakukan silaturahmi dengan petani kopi. (Istimewa).

Editorialkaltim.com – Desa Prangat Baru, Kecamatan Marang Kayu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus menggali potensi desanya. Salah satunya dengan mengembangkan biji kopi Luwak.  Dimana pendapatan dari hasil biji kopi tersebut dinilai dapat mensejahterakan para petani kopi di desa tersebut. 

Tentunya ini menjadi fokus program utama Desa Prangat Baru dalam mengembangkan pertanian kopi. Tidak main-main, pihak desa telah menyiapkan lahan seluas 60 hektare untuk dijadikan kebun biji kopi yang berdasarkan hasil penelitian biji kopi yang dihasilkan memiliki keunggulan dan berjenis varietas Liberika. 

Baca  BPKAD Kukar Siapkan Pencairan Tunjangan Hari Raya untuk ASN

Selain itu, demi meningkatkan kualitas petani kopi. Beberapa perusahaan pun ikut andil dalam menunjang kebutuhan para petani tersebut diantaranya, Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) dan dari salah satu pengusaha yang bergerak di bidang perhotelan yaitu Hotel Mercure Ibis. 

“Dari PHKT itu memberikan bantuan berupa lantai jemur dan rumah produksi kopi, ” ujar Fitriati.

Adapun untuk penghasilan dari penjualan biji kopi per tahunnya diperkirakan mencapai ratusan juta. Sehingga dapat meningkatkan kualitas perekonomian para petani tersebut. 

Baca  Potensi Baru, Desa Kersik Lakukan Pengembangan Garam Krosok

“Dalam per hektar itu pertahun kalau produksi sudah maksimal termasuk dari kopi luwak dan beberapa varian itu mencapai Rp600 juta, “ujarnya.

Karena berjalannya waktu, harga pasaran kopi luwak terus mengalami peningkatan. Untuk tahun 2020, Fitriati menyebutkan harga kopi luwak per kilo itu mencapai Rp 3,5 juta sehingga diprediksi pada tahun 2023 ini harga kopi tersebut dapat mencapai Rp4,5 juta per kilo. 

Fitriati mengatakan, kedepannya untuk penjualan biji kopi tersebut akan dikelola langsung Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mekar Jaya. Sehingga hasil penjualan tersebut juga akan menjadi Pendapatan Asli Desa (PADes). 

Baca  Penghargaan Kalpataru 2024 Diraih oleh Pokdarwis B3 Desa Pela Kukar

“Untuk saat ini belum dikelola oleh BUMDes, masih berkelompok karena masih sedikit produksinya,” pungkasnya.

[TRI | NFA | ADV]

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Mari bergabung di Grup Telegram “editorialkaltim”, caranya klik link, https://t.me/editorialkaltim kemudian join. Anda harus mengistal Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Related Articles

Back to top button