Lahan Setengah Hektare di PPU Ditanami Melon Polres PPU

Editorialkaltim.com – Lahan seluas sekitar setengah hektare di kawasan Pondok Belanda, Kecamatan Nipah-Nipah, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), dimanfaatkan untuk budidaya melon. Tanaman yang dikelola Polres PPU tersebut kini memasuki usia 14 hari setelah tanam dan mulai mendapat perawatan intensif sebelum memasuki fase pembentukan buah.
Perawatan dilakukan Sabtu (11/7/2026). Dua personel Polres PPU, Brigpol Jainuri dan Bripda Bisma, melakukan pemangkasan pucuk tanaman serta pemberian pupuk dengan metode kocor.
Pemangkasan pucuk dilakukan untuk merangsang pertumbuhan cabang produktif yang nantinya menjadi tempat munculnya bunga dan buah. Sementara pemupukan diberikan untuk mencukupi kebutuhan nutrisi tanaman selama masa pertumbuhan.
Lahan tersebut merupakan bagian dari Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) yang dijalankan Polres PPU untuk mendukung program ketahanan pangan.
Kasihumas Polres PPU Aiptu Syafruddin mengatakan, pengelolaan tanaman tidak berhenti setelah proses penanaman. Perawatan secara rutin diperlukan untuk menjaga pertumbuhan tanaman hingga memasuki masa panen.
“Tanaman harus dirawat secara konsisten sejak awal pertumbuhan. Pemangkasan dan pemupukan menjadi bagian penting agar tanaman berkembang optimal dan menghasilkan buah berkualitas,” ujar Syafruddin.
Menurutnya, keberhasilan program ketahanan pangan tidak semata-mata diukur dari luas lahan yang ditanami. Produktivitas lahan dan hasil panen menjadi bagian penting dalam melihat keberlanjutan program tersebut.
“Keberhasilan program tidak hanya dilihat dari jumlah hasil panen. Konsistensi pengelolaan sejak penanaman hingga panen juga menentukan keberlanjutan pemanfaatan lahan,” katanya.
Polres PPU menyatakan pengelolaan lahan akan terus dilakukan hingga tanaman memasuki masa panen. Pemupukan, pemantauan pertumbuhan, dan perawatan tanaman dilakukan secara berkala.
Program tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan penanaman semata. Produktivitas lahan, jumlah hasil panen, serta keberlanjutan pengelolaan menjadi indikator penting untuk melihat kontribusi program P2L terhadap upaya memperkuat ketersediaan pangan.
Hingga kini, Polres PPU belum menyampaikan target produksi melon maupun perkiraan waktu panen dari lahan tersebut. Data hasil panen nantinya dapat menjadi ukuran konkret efektivitas pemanfaatan lahan setengah hektare dalam mendukung program ketahanan pangan. (tin/ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



