KaltimKukar

Desa Sumbersari Wakili Kaltim di Penilaian Desa Cantik Tingkat Nasional

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kutai Kartanegara (Kukar), Arianto saat ditemui Insan Pers. (Foto: Editorialkaltim/Ridho)

Editorialkaltim.com – Desa Sumbersari, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), mewakili Kalimantan Timur (Kaltim) dalam penilaian Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) tingkat nasional yang digelar Badan Pusat Statistik (BPS).

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar Arianto mengatakan, Desa Sumbersari terpilih mewakili Kaltim setelah dinilai memiliki pengelolaan data desa yang baik.

Menurut Arianto, pengelolaan data di Desa Sumbersari mendapat pendampingan dari BPS Kukar. Berbagai data, mulai dari potensi wilayah hingga kependudukan, diolah menggunakan metode statistik dan sistem berbasis elektronik.

“Persiapan dari desa itu sudah didampingi langsung oleh BPS Kutai Kartanegara. Semua yang berkaitan dengan pengolahan data di desa diolah dengan metode yang didampingi dan dikawal oleh BPS,” ujar Arianto, Minggu (27/9/2026).

Baca  Konsultasi Hewan di Kaltim Fair 2025 Disambut Antusias Pengunjung

Ia menjelaskan, pengelolaan data tersebut bukan sekadar untuk memenuhi kebutuhan penilaian. Data yang tersusun dengan baik diharapkan menjadi dasar bagi pemerintah desa dalam menentukan kebijakan dan menyusun program pembangunan.

“Data potensi, data penduduk, kemudian sudah menggunakan spasial. Ketika sudah dibuat basis datanya dengan baik menggunakan metode BPS, harapannya bisa digunakan untuk membuat kebijakan-kebijakan di desa,” jelasnya.

Arianto berharap sistem pengelolaan data yang diterapkan Desa Sumbersari dapat diikuti desa-desa lain di Kukar. Saat ini, terdapat 193 desa yang menjadi sasaran pengembangan pengelolaan data melalui metode Desa Cantik.

Baca  Anak di Anggana Dianiaya dan Disetubuhi Tetangga, TRC PPA Turun Tangan

“Harapannya semua desa bisa menggunakan metode Desa Cantik ini untuk membuat data di desanya masing-masing,” ujarnya.

Selain Sumbersari, Kukar juga mencatat capaian dalam penilaian desa berkinerja baik dalam percepatan penurunan stunting. Desa Kahala, Kecamatan Kenohan, berhasil menembus tiga besar tingkat nasional setelah sebelumnya mewakili Kaltim.

Arianto mengatakan, capaian tersebut melanjutkan prestasi Kukar selama dua tahun berturut-turut. Sebelumnya, Desa Muara Wis, Kecamatan Muara Wis, berhasil masuk enam besar tingkat nasional.

“Kita untuk mewakili Kaltim dalam penilaian desa berkinerja baik dalam program penanganan percepatan penurunan stunting ini sudah dua tahun berturut-turut. Sebelumnya Desa Muara Wis, sekarang Desa Kahala,” katanya.

Baca  John Kenedi Apresiasi Implementasi QRIS oleh Dishub PPU untuk Optimalisasi Pendapatan Daerah

Hasil penilaian Desa Kahala dijadwalkan diumumkan sekitar dua pekan setelah proses penilaian tingkat nasional. DPMD Kukar berharap capaian tersebut mendorong desa-desa lainnya memperkuat program percepatan penurunan stunting sesuai kewenangan masing-masing.

“Harapan kita menjadi nomor satu nasional. Nanti, bersama 193 desa ini juga bisa fokus bagaimana memprogramkan penanganan stunting di desanya masing-masing sesuai dengan kewenangan desa,” pungkasnya. (dhn/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button