KaltimSamarinda

DPRD Samarinda Soroti Kekurangan 500 Guru

Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Ismail Latisi (Foto: Editorialkaltim/Salman)

Editorialkaltim.com – Polemik pengangkatan guru paruh waktu yang ramai diperbincangkan di media sosial mendapat perhatian DPRD Kota Samarinda. Persoalan itu dinilai perlu dilihat dari kebutuhan tenaga pendidik di daerah yang hingga kini masih mengalami kekurangan.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Ismail Latisi, mengatakan kebutuhan tenaga kesehatan dan guru sama-sama penting. Namun, kondisi pendidikan di Samarinda saat ini menunjukkan kebutuhan tenaga pendidik yang cukup mendesak.

“Sebetulnya semuanya sama saja antara nakes dengan guru. Tapi, kita bicara kebutuhan guru saat ini, khususnya Kota Samarinda,” ujar Ismail, Kamis (20/8/2026).

Baca  RSUD IA Moeis Tambah Ruang Isolasi

Ismail menyebut, berdasarkan data Dinas Pendidikan Kota Samarinda, kekurangan tenaga pendidik saat ini mencapai sekitar 500 guru. Kondisi tersebut perlu mendapat perhatian karena setiap tahun ratusan guru juga memasuki masa pensiun.

“Data terakhir yang disampaikan Dinas Pendidikan Kota Samarinda, kita kekurangan sekitar 500 guru,” katanya.

Menurut Ismail, kekurangan tersebut dapat berdampak langsung terhadap kegiatan belajar mengajar di sekolah. Terlebih, jika guru kelas yang memasuki masa pensiun tidak segera mendapat pengganti.

Baca  Eks Dirut Garuda Lolos Seleksi BUMD, DPRD Kaltim Minta Rekam Jejak Jadi Pertimbangan

Kondisi itu berpotensi membuat sekolah kesulitan memenuhi kebutuhan tenaga pengajar. Karena itu, ia menilai pemenuhan tenaga pendidik perlu menjadi salah satu prioritas pemerintah.

Ismail berpandangan status guru idealnya diarahkan menjadi aparatur sipil negara (ASN). Selain memberikan kepastian kerja, status tersebut dinilai dapat menunjang kesejahteraan guru.

“Kalau saya melihatnya, cocoknya guru itu ASN. Kenapa? Supaya dia kemudian menetap di sana. Kesejahteraannya juga betul-betul terjamin,” jelasnya.

Meski demikian, Ismail memahami pemenuhan kebutuhan guru maupun tenaga kesehatan tidak harus dilakukan sekaligus. Pemerintah dapat melakukannya secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan dan skala prioritas.

Baca  Berbalut Pakaian Adat, Musrenbang Sungai Mariam Serap Aspirasi Warga

Ia berharap kekurangan guru di Samarinda dapat segera ditangani agar proses pembelajaran tetap berjalan optimal. Pemenuhan tenaga pendidik juga dinilai penting untuk menjaga kualitas pendidikan sekaligus mendukung pencapaian target Indonesia Emas 2045. (sal/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button