BontangKaltim

DPRD Ingatkan Penanganan Bontang Kuala Tak Hanya Fokus pada Banjir Rob

Ketua Komisi B DPRD Bontang Rustam (Foto: Editorialkaltim/Lia)

Editorialkaltim.com – DPRD Kota Bontang mengingatkan penanganan kawasan pesisir Bontang Kuala tidak hanya berfokus pada pengendalian banjir rob. Persoalan keselamatan warga, pengelolaan lingkungan, hingga pemeliharaan fasilitas publik juga dinilai perlu mendapat perhatian dalam upaya penataan kawasan secara berkelanjutan.

Ketua Komisi B DPRD Bontang, Rustam mengatakan pembangunan kawasan pesisir harus dilakukan secara menyeluruh agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

Menurutnya, DPRD tetap berkomitmen mengawal berbagai program penanganan banjir rob yang selama ini menjadi persoalan tahunan warga Bontang Kuala. Berbagai usulan pembangunan infrastruktur pengendali rob juga terus didorong melalui pembahasan bersama pemerintah daerah.

Baca  DPRD Kaltim Dorong Pemprov Buka Kanal Informasi Gratispol di Sosmed

“Kami di DPRD sangat peduli terhadap persoalan banjir rob. Berbagai program dan usulan terus kami dorong agar penanganannya bisa lebih maksimal,” ujar Rustam, Senin (8/6/2026).

Ia menegaskan keberhasilan penataan kawasan pesisir tidak hanya diukur dari berkurangnya dampak banjir rob. Aspek keselamatan warga, kebersihan lingkungan, dan keberlanjutan fasilitas umum juga harus menjadi perhatian.

“Penanganan kawasan pesisir tidak cukup hanya berfokus pada pengendalian banjir rob, tetapi juga harus mencakup aspek lingkungan, keselamatan warga, dan keberlanjutan fasilitas publik guna mendukung kualitas hidup masyarakat Bontang Kuala,” tegasnya.

Baca  PAD Samarinda Triwulan III Tembus Rp 719 Miliar

Sementara itu, Ketua Lembaga Adat Kutai Bontang Kuala Halimah menyampaikan masih terdapat sejumlah persoalan yang perlu segera ditangani, salah satunya terkait jaringan listrik di kawasan tersebut.

Menurutnya, kondisi itu berpotensi menimbulkan risiko keselamatan ketika cuaca buruk menyebabkan gangguan atau kerusakan jaringan listrik.

“Kami khawatir ketika cuaca tidak bersahabat dan jaringan listrik putus, bisa menimbulkan risiko bagi masyarakat,” katanya.

Baca  Deni Peringatkan Revitalisasi Pasar Pagi Tak Hanya Pentingkan Kemegahan Arsitektur

Selain itu, meningkatnya jumlah wisatawan yang berkunjung ke Bontang Kuala turut berdampak pada bertambahnya volume sampah di kawasan wisata tersebut. Karena itu, warga berharap pemerintah menambah armada pengangkut sampah guna menjaga kebersihan lingkungan dan kenyamanan pengunjung.

“Maka dari itu masyarakat minta penambahan armada pengangkut sampah,” ucap Halimah. (lia/ndi/adv)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button