KaltimSamarinda

Dispar Kaltim Update Kondisi Destinasi Wisata Selama Karhutla

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kaltim Muhammad Faisal (Foto: Editorialkaltim/Adryan)

Editorialkaltim.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) turut berdampak terhadap sektor pariwisata. Kabut asap akibat karhutla mulai mengganggu aktivitas wisata, terutama di destinasi yang mengandalkan panorama alam terbuka.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kaltim Muhammad Faisal mengatakan, dampak karhutla terhadap destinasi wisata berbeda di setiap daerah. Kondisi tersebut bergantung tingkat keparahan kabut asap serta karakteristik objek wisata.

“Ada yang terganggu dan tidak. Tinggal bagaimana kejelian kita memanfaatkan situasi. Tapi kalau kawan-kawan di Berau cukup terganggu karena menikmati pulau dan laut,” ujarnya, Kamis (14/9/2026).

Baca  Pemkab Kukar Sambut Kunjungan DPRD Luwu Timur, Bahas Pengelolaan BUMD dan Investasi Daerah

Faisal menjelaskan, kabut asap dapat mengurangi kenyamanan wisatawan saat mengunjungi destinasi yang menawarkan panorama alam terbuka. Jarak pandang yang terbatas membuat pengalaman menikmati pemandangan menjadi kurang maksimal.

Kondisi tersebut juga berpotensi membuat masyarakat menunda perjalanan menuju destinasi yang terdampak karhutla. Terlebih, wisata alam menjadi salah satu sektor yang sangat bergantung terhadap kondisi cuaca dan lingkungan.

Meski demikian, musim kemarau tidak selalu membawa dampak negatif bagi seluruh destinasi wisata di Kaltim. Sejumlah objek wisata justru mendapatkan peluang menarik lebih banyak pengunjung ketika kondisi alam berubah.

Baca  Dishub Kaltim Tinjau Longsor di Jalur Pendingin Sangasanga

Salah satunya Danau Semayang di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Faisal menyebut kondisi air danau yang surut justru menghadirkan pemandangan berbeda dan menarik perhatian wisatawan.

“Tetapi kawan-kawan di Kukar justru berbeda. Di Danau Semayang justru pengunjungnya semakin ramai. Itu karena danaunya surut, dan menjadi daratan bahkan ditumbuhi rumput, sehingga pengunjungnya semakin ramai,” jelasnya.

Surutnya permukaan air membuat sebagian kawasan Danau Semayang berubah menjadi hamparan daratan yang ditumbuhi rerumputan. Fenomena tersebut kemudian menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang datang berkunjung.

Baca  BPJS Kesehatan Kaltim Dorong Pemutihan Iuran, Target Aktifkan 14 Persen Peserta Nonaktif

Faisal menilai perubahan kondisi alam perlu disikapi secara tepat agar sektor pariwisata tetap bergerak. Pelaku wisata juga perlu jeli melihat potensi yang muncul di tengah berbagai kendala akibat kondisi cuaca.

“Ada celah pasti di setiap hambatan,” pungkasnya. (adr/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button