Pilkada Masih Jauh, Dosen Hukum Unmul Soroti Manuver Parpol

Editorialkaltim.com – Munculnya sejumlah nama dalam bursa calon kepala daerah meski pelaksanaan Pilkada masih cukup jauh mendapat sorotan. Partai politik dinilai seharusnya tidak terburu-buru memunculkan figur dan lebih fokus menjalankan fungsi pendidikan politik serta kaderisasi.
Dosen Fakultas Hukum Universitas Mulawarman (Unmul) Herdiansyah Hamzah atau Castro menilai manuver politik menjelang Pilkada mulai terlihat terlalu dini. Ia mempertanyakan kepentingan di balik munculnya deklarasi maupun wacana pencalonan sejumlah figur.
“Tapi ini partai politik seolah-olah curi start, padahal masih lama itu Pilkadanya. Apakah ada hal penting di balik deklarasi pencalonan diri itu? Ada,” ujarnya, Kamis (24/9/2026).
Menurut Castro, partai politik memiliki tanggung jawab yang lebih besar ketimbang sekadar memunculkan nama untuk berkontestasi. Salah satu tugas penting partai, kata dia, ialah merawat kesadaran politik masyarakat melalui pendidikan politik dan kaderisasi.
“Misalnya, apakah partai politik itu lupa dengan tugas dan tanggung jawabnya? Bagaimana merawat kesadaran politik masyarakat, itu tugas pokoknya daripada calon kepala daerah,” jelasnya.
Ia menilai kecenderungan tersebut dapat membentuk persepsi publik jika partai politik hanya menjadi kendaraan dalam perebutan kekuasaan. Padahal, fungsi partai tidak berhenti pada kontestasi elektoral.
“Ini fenomena publik melihat bagaimana partai politik sebagai ajang kontestasi. Tetapi sebenarnya partai politik itu punya tanggung jawab yang lebih penting untuk merawat kesadaran politik masyarakat,” katanya.
Castro pun mendorong partai politik memperkuat kaderisasi dan pendidikan politik secara lebih masif. Menurutnya, dua hal tersebut semestinya menjadi bagian penting dari kerja partai di luar momentum pemilu.
“Menurut saya ini anomali dari partai-partai politik. Cobalah melakukan prepare kaderisasi yang lebih masif, pendidikan politik yang lebih masif,” tegasnya.
Selain kaderisasi, Castro mempertanyakan pemahaman partai politik di tingkat lokal terhadap desain sistem pemilu. Menurutnya, partai di daerah semestinya tidak sekadar menjadi pelaksana kontestasi, tetapi turut menyumbangkan gagasan terkait arah sistem pemilu ke depan.
Ia juga menyoroti kecenderungan politik yang lebih menonjolkan figur ketimbang ide dan gagasan. Menurut Castro, publik semestinya tidak hanya disuguhi nama calon, tetapi juga mengetahui gagasan serta arah kebijakan yang mereka tawarkan.
“Kenapa yang lebih menonjol itu orangnya, bukan ide dan gagasannya? Bukankah lebih penting kita berbicara ide dan gagasan. Sedangkan kita lihat saat ini mereka muncul tidak dengan ide dan gagasannya. Seharusnya yang kita lihat adalah ide dan gagasannya,” pungkasnya. (adr/ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



