KaltimKukar

Petani Loa Kulu Panen Padi Pakai Combine Harvester

Pemanenan Padi menggunakan Alat Mesin Combine Harvester. (Foto: Editorialkaltim/Ridho)

Editorialkaltim.com — Petani di Desa Loh Sumber, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), mulai memanen padi menggunakan mesin combine harvester. Penggunaan alat tersebut mempercepat proses panen sekaligus mengurangi kebutuhan tenaga kerja.

Salah satu petani di Loa Kulu, Tiong yang akrab disapa Tio, mengatakan penggunaan mesin panen sangat membantu petani, terutama saat memasuki musim panen. Menurutnya, alat tersebut mampu mempersingkat waktu kerja dibandingkan dengan cara manual.

“Kalau pakai mesin, satu hektare bisa selesai dalam beberapa jam saja. Kalau manual, bisa satu sampai dua hari, apalagi pas musim kemarau bahkan bisa lebih lama, tergantung jumlah tenaga kerja,” ujar Tio, Kamis (10/9/2026).

Ia menjelaskan, penggunaan mesin juga mengurangi kehilangan hasil panen karena gabah langsung dipisahkan dari batang padi di lokasi. Biaya tenaga kerja pun dapat ditekan karena petani tidak lagi membutuhkan banyak buruh saat panen.

Baca  Diskominfo Kukar Adakan Rakor Penyusunan Evaluasi Kinerja Triwulan I 2023

“Dari segi biaya lebih efisien. Kami juga tidak kesulitan mencari tenaga kerja karena sekarang memang terbatas,” katanya.

Tio menyebut padi dipanen setelah berusia sekitar 90 hari atau tiga bulan setelah tanam, tergantung kondisi cuaca. Saat ini, sebagian lahan persawahan di Loa Kulu mulai mengalami kekeringan akibat musim kemarau.

Kondisi tersebut turut menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara. Pemkab Kukar menerima bantuan 19 unit pompa dari Panglima yang disalurkan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Timur, kemudian diteruskan kepada BPBD Kukar.

Baca  DPRD PPU Perkuat Sinergi Cegah Karhutla

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengatakan, dalam jangka pendek pompa tersebut akan dioptimalkan untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sekaligus membantu mengatasi kekeringan di sejumlah wilayah.

“Untuk jangka pendeknya ini kita optimalkan untuk penanganan karhutla di sekitar daerah Kutai Kartanegara,” ujar Aulia, Jumat (11/9/2026).

Menurut Aulia, pompa tersebut juga dapat mendukung kebutuhan air di kawasan pertanian. Kukar memiliki sejumlah sumber air, tetapi sebagian lokasinya cukup jauh dari area persawahan sehingga membutuhkan pompa untuk mendistribusikan air.

“Karena sumber-sumber air itu ada di tempat kita, akan tetapi sebagian besar itu ada jaraknya untuk mendistribusikan air tersebut,” ujarnya.

Baca  Sahabat Isran Hadi Gelar Doa Bersama Meriahkan Muharam

Pemanfaatan pompa selanjutnya akan diintegrasikan dengan jaringan irigasi primer, sekunder, dan tersier yang tersedia di sejumlah wilayah.

“Saluran-saluran irigasi primer, sekunder, dan tersier kita, alhamdulillah beberapa ruas itu sudah bagus sehingga kita tinggal menghubungkan nanti aliran air dari pompa ini ke saluran irigasi yang kita miliki,” jelasnya.

Tio berharap dukungan alat dan sarana pertanian terus ditingkatkan untuk membantu produktivitas petani.

“Kami berharap bantuan alat pertanian seperti ini bisa terus ada, supaya hasil panen meningkat dan petani lebih sejahtera,” pungkasnya. (dhn/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button