KaltimSamarindaZona Kampus

Mahasiswa FKIP Unmul Belajar Bisnis Produk Digital

Sesi Penyampaian materi dalam Workshop Kewirausahaan Kolaborasi Praktisi Mengajar di Aula Dekanat FKIP Unmul (Foto: Editorialkaltim/Adryan)

Editorialkaltim.com – Perkembangan teknologi digital turut mengubah dunia kewirausahaan. Transaksi bisnis semakin beragam dan inovatif seiring perkembangan zaman.

Melihat kondisi tersebut, mahasiswa Pendidikan Geografi FKIP Universitas Mulawarman (Unmul) mengikuti Workshop Kewirausahaan Kolaborasi Praktisi Mengajar di Aula Dekanat FKIP Unmul, Sabtu (12/9/2026).

Koordinator Program Studi Pendidikan Geografi FKIP Unmul Aisyah Trees Sandy mengatakan, kegiatan tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengenal dan mengembangkan kemampuan kewirausahaan. Materi workshop secara khusus membahas produk digital.

“Hari ini kegiatannya workshop kewirausahaan kolaborasi dengan praktisi mengajar. Jadi kegiatannya itu pelatihan buat mahasiswa supaya melek terhadap kewirausahaan,” ujarnya kepada wartawan Editorialkaltim.com.

Menurut Aisyah, produk digital menjadi salah satu hal penting yang perlu dipahami generasi muda. Mahasiswa perlu beradaptasi dengan perkembangan teknologi sekaligus memanfaatkan peluang yang tersedia.

“Sekarang trennya memang basisnya digital. Kita sebagai anak-anak muda juga tidak boleh kalah dengan kondisi terkini, harus menyesuaikan dan beradaptasi. Apalagi sekarang produk digital paling laku,” jelasnya.

Baca  Walikota Samarinda Andi Harun Lakukan TInjauan Pembebasan Lahan Segmen Ruhui Rahayu- Gelatik

Kegiatan tersebut menghadirkan praktisi dari Indiva Creator Academy. Workshop terbuka untuk umum, tetapi secara khusus menyasar mahasiswa Program Studi Pendidikan Geografi angkatan 2024.

Aisyah menambahkan, kolaborasi dengan praktisi tersebut tidak berhenti dalam satu pertemuan. Kegiatan lanjutan direncanakan untuk memperkuat kemampuan mahasiswa di bidang kewirausahaan digital.

“Mungkin nanti kegiatannya enggak cuma sekali. Bisa sampai tiga sampai empat kali dengan praktisi seperti itu,” ungkapnya.

Sementara itu, Founder Indiva Creator Academy Dedi Nur sebagai narasumber menyampaikan materi bertema “Dari Ide Menjadi Produk Digital”. Produk digital, kata dia, memiliki beragam bentuk yang dapat dikembangkan mahasiswa, mulai dari buku elektronik (e-book), tutorial, hingga kelas daring.

Baca  Curi Aset Perusahaan Senilai Rp25 Juta, Pemuda 18 Tahun Ditangkap Polisi PPU

“Yang hari ini diajarkan pertama adalah pengenalan dasar apa itu produk digital, kemudian perbandingannya dan kelebihannya dari produk digital dengan produk fisik,” jelasnya.

Menurut Dedi, mahasiswa memiliki peluang besar menghasilkan produk digital. Aktivitas belajar dan tugas kuliah yang dikerjakan dapat dikembangkan menjadi sebuah produk.

“Ini sebenarnya sangat bisa dikerjakan oleh mahasiswa ataupun pelajar. Mereka masih aktif dalam proses belajar dan kuliah, sehingga produk-produk yang sedang mereka lakukan ataupun tugas-tugas mereka sebenarnya bisa menjadi bagian dari produk digital,” katanya.

Dalam sesi materi, mahasiswa juga diajak mempraktikkan cara menemukan ide produk digital. Sejumlah metode sederhana diberikan agar mahasiswa lebih mudah menentukan produk yang akan dibuat.

Salah satunya dengan menggali hobi. Kegemaran di bidang desain grafis atau memasak, misalnya, dapat dikembangkan menjadi produk digital sesuai bidang masing-masing.

Baca  Ratusan Buruh Geruduk Pengadilan Negeri Samarinda, Tuntut Laksanakan Putusan untuk PT PSP

Ide juga dapat digali dari keahlian. Kemampuan mengiklankan produk, misalnya, dapat dikembangkan menjadi tutorial pemasaran melalui Facebook, Instagram, maupun TikTok.

“Dua cara itu sebenarnya cukup mudah untuk mengatasi tantangan mahasiswa yang belum punya ide produk digital dan masih kebingungan,” ujarnya.

Dedi menambahkan, tantangan berikutnya setelah produk berhasil dibuat adalah memasarkannya. Kemampuan promosi menjadi faktor penting agar produk digital dikenal dan memiliki nilai jual.

“Ketika sudah punya produk digital, mereka bingung juga untuk memasarkan produk ini biar laku seperti apa. Tantangan terbesarnya adalah bagaimana mempromosikan produk yang kita punya,” pungkasnya. (adr/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button