Mahasiswi Malaysia Pilih Kuliah di UM Bandung

Editorialkaltim.com – Keputusan meninggalkan keluarga dan menempuh pendidikan di negara lain bukan perkara mudah. Namun, langkah itu berani diambil Fatin Nur Aisyah Binti Ahmad Azfian demi meraih cita-citanya.
Mahasiswi asal Kuala Lumpur, Malaysia, tersebut kini menempuh pendidikan di Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung. Baginya, kuliah di Indonesia bukan sekadar mengejar gelar sarjana, melainkan juga proses membentuk kemandirian dan memperluas pengalaman.
Fatin mengenal UM Bandung melalui lembaga yang memberikan beasiswa pendidikan kepadanya. Sebelum menentukan pilihan, dia juga aktif mencari informasi mengenai kampus tersebut melalui media sosial.
“Saya tahu UM Bandung dari pihak pemberi beasiswa. Selain itu, saya juga sering melihat informasi tentang UM Bandung di media sosial karena kampus ini sangat aktif,” ujar Fatin seusai mengikuti ujian akhir semester di Kampus UM Bandung, Jalan Soekarno-Hatta Nomor 752, Bandung, Jumat (31/7/2026).
Pada 2025, Fatin sebenarnya mendapat kesempatan memilih berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Dia sempat mengunjungi sejumlah kampus sebelum akhirnya menetapkan pilihan di UM Bandung.
“Saya sebenarnya ditawarkan kuliah di universitas mana saja di Indonesia. Namun, saat itu pendaftaran kampus negeri sudah ditutup. Pihak pemberi beasiswa kemudian menyarankan saya melihat beberapa kampus dan akhirnya saya memilih UM Bandung,” tuturnya.
Pemilihan Prodi PAI juga telah dipertimbangkan secara matang. Beasiswa yang diterimanya diperuntukkan bagi bidang pendidikan. Selain itu, latar belakang pendidikan menengah Fatin berada di jurusan agama dan ekonomi.
Dia menilai Prodi PAI menjadi pilihan paling sesuai dengan minat dan cita-citanya. Selama menjalani perkuliahan, Fatin mengaku nyaman dengan lingkungan akademik, dosen, dan teman-temannya.
“Alhamdulillah, saya merasa nyaman kuliah di Prodi PAI. Dosen-dosennya baik, teman-temannya juga memberikan suasana positif. Kondisinya jauh berbeda dibandingkan saat masih menjalani tahun persiapan bersama pada semester pertama,” katanya.
Di luar perkuliahan, Fatin aktif mengikuti sejumlah program pengembangan diri yang diselenggarakan lembaga pemberi beasiswa. Kegiatan tersebut diarahkan untuk mengasah kepemimpinan, kemampuan komunikasi, dan pembentukan karakter.
Fatin juga mengaku tidak mengalami kendala berarti saat beradaptasi dengan kehidupan di Bandung. Salah satu hal yang membuatnya betah adalah beragam pilihan kuliner khas Indonesia.
Perempuan yang gemar bermain bulu tangkis, menonton film, dan membaca buku itu mengaku menyukai mi ayam, nasi Padang, martabak, serta batagor.
“Sejauh ini makanan di Indonesia cocok dengan saya karena memang saya suka makan. Favorit saya mi ayam dan nasi Padang. Kalau jajanan, saya paling suka martabak dan batagor,” ujarnya sambil tersenyum.
Setelah menyelesaikan pendidikan, Fatin dijadwalkan menjalani kontrak kerja selama tiga tahun di bawah lembaga pemberi beasiswa. Dia dapat ditugaskan mengajar di sekolah yang berada di bawah yayasan tersebut, baik di Malaysia maupun Indonesia.
Ketua Prodi PAI UM Bandung Iim Ibrohim mengapresiasi semangat Fatin yang berani menempuh pendidikan jauh dari keluarga. Menurutnya, perjalanan mencari ilmu merupakan ikhtiar yang memiliki kedudukan mulia dalam ajaran Islam.
Iim mengatakan, sejarah mencatat banyak ulama dan tokoh Islam yang meninggalkan kampung halaman demi menuntut ilmu. Perjalanan tersebut kemudian melahirkan karya, pemikiran, dan pengabdian yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Semoga jejak perjuangan Fatin kelak menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya. Tetap yakin, istikamah dalam perjuangan, dan terus menjadi pribadi yang memberikan manfaat bagi banyak orang,” ujarnya.
Iim menegaskan, Prodi PAI UM Bandung berkomitmen menjaga kepercayaan seluruh mahasiswa, termasuk mahasiswa internasional, melalui pendidikan yang berkualitas. Komitmen tersebut diwujudkan melalui dosen kompeten, kurikulum berbasis outcome-based education (OBE), serta fasilitas pembelajaran yang memadai.
Prodi PAI UM Bandung juga terus memperluas kerja sama internasional di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pertukaran akademik, dan pengembangan kompetensi mahasiswa.
Sejumlah mitra yang telah menjalin kerja sama berasal dari Malaysia, Brunei Darussalam, Pakistan, Australia, dan Thailand. Jejaring tersebut diharapkan dapat memperluas pengalaman akademik mahasiswa sekaligus menyiapkan lulusan yang mampu bersaing di tingkat global. (FA)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



