KaltimPenajam Paser Utara

BPBD PPU Butuh Ambulans, Evakuasi Korban Masih Andalkan Instansi Lain

Kepala BPBD PPU Nurlaila (Foto: Editorialkaltim/Agustina)

Editorialkaltim.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mengusulkan pengadaan satu unit ambulans untuk mempercepat penanganan korban bencana dan kondisi darurat.

Kepala BPBD PPU Nurlaila mengatakan ambulans khusus dibutuhkan agar petugas bisa langsung bergerak saat bencana terjadi. Selama ini, BPBD masih harus berkoordinasi dengan instansi lain untuk mendapatkan kendaraan evakuasi.

“Prioritasnya, ketika terjadi bencana kami harus langsung bergerak. Ada korban ataupun tidak ada korban, petugas harus sudah standby. Idealnya memang seperti itu,” ujarnya.

BPBD PPU hingga kini belum memiliki ambulans maupun kendaraan khusus untuk mengangkut korban luka dan jenazah. Proses evakuasi masih mengandalkan armada rumah sakit, puskesmas, pemerintah desa dan kelurahan, serta organisasi kemasyarakatan.

Baca  Bapenda PPU Bidik BPHTB Rp10 Miliar

Meski koordinasi selama ini berjalan baik, Nurlaila menilai kondisi tersebut belum ideal. Situasi darurat membutuhkan kecepatan, sehingga petugas tidak seharusnya menunggu ketersediaan kendaraan dari pihak lain.

“Pada saat kebutuhan darurat itu muncul, kita tidak bisa menunggu proses telepon, arahan, perintah, maupun birokrasi. Ambulans itu idealnya sudah standby dan bergerak bersamaan dengan mobil pemadam atau tim penanganan lainnya,” katanya.

Nurlaila mengungkapkan usulan pengadaan ambulans telah disampaikan sejak 2023. BPBD PPU kini kembali mengajukan kebutuhan tersebut kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Baca  Pansus DPRD Kaltim Sampaikan Laporan Akhir Hasil Rencana Kerja 2026

“Kami sedang berusaha mengomunikasikan dengan BNPB. Yang penting usulan itu masuk lebih dulu agar ada dasar bagi pusat untuk melakukan pengadaan dan distribusi peralatan ke daerah,” jelasnya.

Sementara peluang pengadaan melalui APBD masih bergantung pada kemampuan keuangan daerah di tengah kebijakan efisiensi anggaran. BPBD PPU juga akan mengomunikasikan urgensi kebutuhan ambulans tersebut dengan pimpinan daerah.

“Kalau dari APBD tentu kita memahami kondisi efisiensi anggaran saat ini. Saya juga belum berkomunikasi dengan pimpinan terkait urgensi pengadaan ini,” tuturnya.

Baca  Bupati Mudyat Noor Dorong Sinergi Penggerak Ekonomi Kreatif PPU dengan Pemerintah

Nurlaila berharap pemerintah pusat maupun daerah memberikan perhatian terhadap kebutuhan tersebut. Ambulans khusus dinilai penting untuk mempercepat pertolongan, penyelamatan, dan evakuasi korban ketika bencana terjadi.

“Mudah-mudahan pimpinan, baik di pusat maupun daerah, dapat memberikan perhatian terhadap kebutuhan ini demi kelancaran penanganan bencana ke depan, khususnya dalam pertolongan, penyelamatan, dan evakuasi korban,” pungkasnya.(tin/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button