IKNNasional

1.200 Pohon Ditanam di IKB demi Wujudkan Forest City

kegiatan penanaman 1200 pohon di IKN. (Foto: Humas OIKN)

Editorialkaltim.com – Kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) kembali dihijaukan. Sebanyak 1.000 orang turun tangan menanam 1.200 pohon di Embung G, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, Selasa (7/7/2026).

Aksi penanaman massal ini menjadi bagian dari upaya memperkuat konsep forest city yang diusung dalam pembangunan Nusantara. Otorita IKN menggandeng PT ITCI Hutani Manunggal sekaligus memperingati Hari Konservasi Alam Sedunia.

Sebanyak 17 jenis tanaman ditanam dalam kegiatan tersebut. Bibit yang dipilih terdiri dari tanaman kayu-kayuan, Multi Purpose Tree Species (MPTS), hingga tanaman estetika.

Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menegaskan aksi menanam ribuan pohon tersebut bukan sekadar kegiatan simbolis. Konservasi lingkungan terus berjalan beriringan dengan pembangunan infrastruktur IKN.

Baca  Kemensos Buka 683 Formasi CPNS 2024, Segera Daftar!

“Penanaman ini bukan sekadar seremoni, kami terus menjaga alam dan melakukan konservasi. Lebih lima ribu hektare telah ditanami hingga sekarang,” kata Basuki.

Upaya menghijaukan Nusantara telah dilakukan dalam skala luas. Otorita IKN mencatat realisasi rehabilitasi dan penanaman kawasan sudah mencapai 8.947,55 hektare.

Lebih dari lima juta pohon juga telah ditanam di berbagai kawasan Nusantara. Penanaman di Embung G menambah luasan kawasan yang direhabilitasi untuk menjaga keseimbangan ekosistem di tengah pembangunan ibu kota baru.

Peserta berasal dari berbagai unsur. Pegawai Otorita IKN, PT ITCI Hutani Manunggal, SMA Taruna Nusantara, Polresta IKN, Ikatan Pensiunan Pekerjaan Umum (IPPU), mahasiswa KKN-PPM UGM Pelita Nusantara, hingga masyarakat ikut turun menanam pohon.

Baca  Profil Saifullah Yusuf, Sekjen PBNU Jadi Menteri Sosial

Peserta dari IPPU Diana mengaku terkejut melihat kondisi IKN yang jauh lebih hijau dibandingkan bayangannya sebelum berkunjung.

“Ini pertama kali kami datang ke Nusantara. Kawasannya sangat hijau, melebihi ekspektasi, dan membuat kami nyaman menikmati lingkungan sekitar bersama-sama,” ujar Diana.

Sebanyak 30 mahasiswa KKN-PPM UGM Pelita Nusantara juga ambil bagian. Mereka tengah menjalankan program pengabdian di Kecamatan Sepaku.

Koordinator Mahasiswa Unit KKN-PPM UGM Pelita Nusantara Christian Perdana Putra Malau menilai pembangunan kota dan perlindungan lingkungan dapat berjalan beriringan.

Baca  Dewan Pers Uji Publik Dana Jurnalisme, SMSI Minta Dikelola Lembaga Independen

“IKN membuktikan pembangunan kota tetap bisa berjalan sambil menjaga lingkungan, melibatkan masyarakat, serta mempertahankan kawasan hijau untuk generasi mendatang secara berkelanjutan,” katanya.

Warga negara Kanada sekaligus pembawa acara serial media internasional How Did They Fix That?, Mike Davidson, turut mengikuti kegiatan. Ia menilai Nusantara sebagai kawasan istimewa dengan semangat pembangunan berkelanjutan.

“Nusantara sangat indah dan berkelanjutan. Kolaborasi banyak pihak menjadikan kawasan ini tempat istimewa untuk membangun kota masa depan yang semakin hijau,” tutupnya.(tin/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button