Olahraga

Tangis Neymar Pecah Usai Brasil Tersingkir, Kariernya di Timnas Berakhir

Editorialkaltim.com – Tangis Neymar pecah di New York New Jersey Stadium, East Rutherford (Foto: Istimewa

Editorialkaltim.com – Tangis Neymar pecah di New York New Jersey Stadium, East Rutherford, Senin (6/7/2026) dini hari WIB. Brasil tersingkir dari Piala Dunia 2026 usai kalah 1-2 dari Norwegia pada babak 16 besar.

Kekalahan itu terasa makin menyakitkan bagi Neymar. Laga tersebut bukan hanya menghentikan langkah Selecao, tetapi juga disebut menjadi akhir perjalanan panjangnya bersama Timnas Brasil.

Brasil menjalani laga penuh drama melawan Norwegia. Dua gol Erling Haaland di pengujung babak kedua menjadi mimpi buruk bagi skuad asuhan Carlo Ancelotti. Neymar yang masuk pada pertengahan babak kedua sempat menjaga asa lewat gol penalti pada masa injury time.

Baca  Drama Injury Time, Hungaria Sikat Skotlandia di Euro 2024

Namun, gol itu datang terlalu terlambat. Tak lama setelah Neymar memperkecil kedudukan, peluit panjang berbunyi. Brasil pun harus angkat koper lebih cepat. Ini menjadi kali pertama sejak 1990 Brasil tersingkir di babak 16 besar Piala Dunia.

Kekecewaan langsung menyelimuti para pemain, staf pelatih, hingga suporter Brasil. Neymar tak mampu menahan air matanya. Ia terlihat tertunduk, menangis, dan beberapa rekan setim datang menenangkan.

Di usia 34 tahun, peluang Neymar untuk kembali mengejar trofi Piala Dunia bersama Brasil nyaris tertutup. Kondisi fisik yang kerap diganggu cedera membuat peluangnya tampil empat tahun lagi semakin berat.

Baca  Marseille Melaju ke Semifinal Liga Europa Setelah Kalahkan Benfica di Adu Penalti

“Saya sudah mencoba. Saya sudah mencoba. Sekarang sudah selesai. Saya memulai di sini, dan akan mengakhirinya di sini,” ucap Neymar seusai laga kepada Globo seperti dikutip Editorialkaltim.com.

Kalimat itu terasa begitu emosional. Sebab, Neymar menjalani debut bersama Brasil di stadion yang sama pada Juli 2010 saat menghadapi Amerika Serikat. Enam belas tahun kemudian, di tempat yang sama, kisahnya bersama Selecao seolah mencapai garis akhir.

Neymar meninggalkan Timnas Brasil dengan catatan besar. Ia menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Selecao dengan 80 gol dari 130 pertandingan, melewati legenda Brasil, Pele, yang mengoleksi 77 gol.

Baca  Al Nassr Juara Liga Arab Saudi, Ronaldo Akhirnya Pecah Telur

Namun, ada satu lubang besar dalam karier internasionalnya. Neymar belum pernah membawa Brasil menjuarai Piala Dunia. Empat edisi Piala Dunia telah ia jalani, tetapi tak satu pun berakhir dengan final.

Selama berseragam Brasil, Neymar mempersembahkan Piala Konfederasi 2013 dan medali emas Olimpiade 2016. Namun, impian terbesar mengangkat trofi Piala Dunia harus berakhir tanpa pernah benar-benar menjadi kenyataan.(ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button