KaltimSamarindaZona Kampus

Kuliah Umum Wamen HAM di Unmul Diwarnai Aksi Mahasiswa

Kuliah umum bertajuk Penguatan Kapasitas Hak Asasi Manusia (HAM) di Universitas Mulawarman (Foto: Editorialkaltim/Afra)

Editorialkaltim.com – Kuliah umum bertajuk Penguatan Kapasitas Hak Asasi Manusia (HAM) di Universitas Mulawarman (Unmul), Selasa (23/6/2026), berlangsung di GOR 27 September dengan menghadirkan Wakil Menteri HAM RI, Mugiyanto, M.A.P. Kegiatan yang diikuti sekitar 1.000 mahasiswa dari berbagai fakultas itu justru diwarnai aksi penolakan dari aliansi mahasiswa.

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk penyampaian sikap sekaligus kritik terhadap pelaksanaan kegiatan yang dinilai belum membuka ruang dialog yang setara.

Presiden Mahasiswa Unmul, Hiththan, mengatakan aksi itu menjadi cara mahasiswa menguji komitmen pemerintah dalam menjamin kebebasan berpendapat.

“Aksi ini sebagai bagian dari bentuk sikap. Jadi, kita ingin mengetahui apakah benar hak kami untuk kebebasan berpendapat dijamin,” ujarnya, Selasa (23/6/2026).

Baca  28 Perusahaan Ramaikan Job Fair Kukar, Tekan Pengangguran 4,05%

Menurut Hiththan, pembahasan mengenai hak asasi manusia semestinya tidak hanya berhenti pada penyampaian materi dari podium, tetapi juga memberikan ruang diskusi yang kritis dan terbuka.

Ia menilai dialog tidak akan berjalan optimal apabila narasumber yang berbicara dinilai tidak memiliki kualifikasi yang tepat untuk membahas isu HAM dari perspektif yang diharapkan mahasiswa.

Selain menyampaikan kritik terhadap kegiatan tersebut, Hiththan juga memberikan evaluasi kepada pemerintah agar lebih fokus menyelesaikan persoalan-persoalan mendasar di masyarakat.

“Ada banyak persoalan di bangsa yang seharusnya secara ideal diselesaikan. Harapannya hal-hal krusial, fundamental, dan vital lebih diperhatikan,” katanya.

Baca  Komisi I DPRD Kukar Bahas Status Lahan Hibah PT BBE

Menanggapi aksi mahasiswa, Wakil Menteri HAM Mugiyanto menegaskan setiap orang memiliki hak untuk menyampaikan pendapat, termasuk melalui aksi yang dilakukan di lingkungan kampus.

Ia mengatakan komitmennya dalam memperjuangkan isu hak asasi manusia tidak berubah sejak masih aktif sebagai aktivis.

“Itu terserah teman-teman, tetapi yang saya perjuangkan hari ini sama dengan yang saya perjuangkan ketika saya orasi aksi di Kamisan,” ujarnya.

Mugiyanto juga menegaskan pendekatan langsung kepada masyarakat merupakan bagian dari tanggung jawab yang selalu dipegangnya sebagai pegiat HAM maupun sebagai pejabat negara.

Baca  DPRD Samarinda Desak Pengawasan Lubang Tambang Diperketat

“Itu sudah menjadi instinct kami untuk selalu turun membersamai masyarakat,” tutupnya.

Kuliah umum yang diharapkan menjadi ruang penguatan pemahaman HAM bagi mahasiswa itu akhirnya berlangsung di tengah dinamika kritik dan aksi penolakan. Situasi tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa isu hak asasi manusia tidak hanya dibahas di ruang akademik, tetapi juga diuji melalui praktik kebebasan berpendapat di lingkungan kampus. (Afr/Ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button