KaltimSamarinda

Profil Melfana Akilah Putri, Siswi Samarinda Lolos Seleksi Paskibraka Nasional

Melfana Akilah Putri, lolos sebagai Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional 2026 (Foto: Editorialkaltim/Runo)

Editorialkaltim.com – Nama Melfana Akilah Putri kini menjadi perhatian di Kalimantan Timur setelah berhasil lolos sebagai Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional 2026 mewakili Provinsi Kalimantan Timur. Siswi SMA Negeri 7 Samarinda asal Loa Janan Ilir itu sukses melewati berbagai tahapan seleksi ketat hingga akhirnya berpeluang tampil di Istana Negara pada peringatan Hari Kemerdekaan RI mendatang.

Melfana lahir di Samarinda, 13 Maret 2010. Di sekolah, ia dikenal aktif dalam kegiatan organisasi dan kepemimpinan. Selain itu, remaja yang memiliki hobi berenang dan lari tersebut juga konsisten menjaga prestasi akademiknya meski harus menjalani latihan intensif selama proses seleksi.

Deretan prestasi yang diraih Melfana juga tidak sedikit. Selain lolos sebagai Calon Paskibraka Nasional perwakilan Kalimantan Timur, ia pernah menjadi anggota Paskibraka tingkat kabupaten/kota terbaik, juara LKBB tingkat daerah, aktif dalam organisasi sekolah, hingga mampu mempertahankan capaian akademik di tengah jadwal latihan yang padat.

Melfana mengaku cita-cita menjadi Paskibraka muncul sejak dirinya melihat upacara pengibaran bendera. Kekompakan dan disiplin para anggota Paskibraka membuatnya kagum dan termotivasi mengikuti jejak tersebut.

“Awalnya saya melihat upacara pengibaran bendera dan kagum melihat kekompakan serta kedisiplinan Paskibraka,” ujarnya kepada editorialkaltim.com, Sabtu (16/5/2026).

“Dari situ saya mulai tertarik dan punya keinginan untuk bisa berdiri membawa nama daerah saya juga,” sambungnya.

Perjalanan menuju tingkat nasional tidak mudah. Melfana harus menjaga kondisi fisik, mental, hingga disiplin di tengah persaingan ketat dengan peserta lain dari berbagai daerah di Kalimantan Timur.

“Perjuangannya cukup berat karena harus menjaga fisik, mental, disiplin, dan bersaing dengan banyak peserta hebat lainnya,” katanya.

“Tapi semua proses itu saya jadikan motivasi untuk terus berkembang,” lanjutnya.

Saat dinyatakan lolos ke tingkat nasional, orang pertama yang dihubungi Melfana adalah kedua orang tuanya. Baginya, keluarga menjadi sumber semangat terbesar selama menjalani proses seleksi.

Baca  Temui Pedagang, Abdur Rohim: Relokasi Pasar Pagi Butuh Sosialisasi

“Pastinya orang pertama yang saya hubungi adalah orang tua saya, karena mereka yang paling banyak mendukung dan menemani proses saya dari awal,” tuturnya.

Ia juga mengaku pernah merasa gugup ketika harus bersaing dengan peserta dari daerah lain. Namun perasaan minder itu berusaha ditepis dengan keyakinan bahwa setiap peserta memiliki kelebihan masing-masing.

“Pernah merasa gugup, tapi saya mencoba tidak minder,” ucapnya.

“Saya percaya setiap peserta punya kelebihan masing-masing, jadi saya fokus menunjukkan kemampuan terbaik saya,” lanjut Melfana.

Latihan fisik dan mental menjadi tantangan paling berat selama seleksi. Terlebih ketika jadwal latihan berlangsung padat di bawah cuaca panas.

“Latihan paling berat biasanya saat fisik dan mental diuji bersamaan, apalagi ketika jadwal latihan padat dan cuaca panas,” katanya.

“Tapi dari situ saya belajar tentang ketahanan dan kerja sama,” sambungnya.

Menurut Melfana, pengorbanan terbesar selama proses seleksi adalah berkurangnya waktu istirahat dan kebersamaan dengan keluarga maupun teman karena harus fokus menjaga kondisi tubuh.

“Pengorbanan terbesar mungkin waktu istirahat dan waktu bersama keluarga atau teman, karena harus lebih fokus latihan dan menjaga kondisi,” ujarnya.

Untuk menjaga fokus di tengah tekanan seleksi, Melfana memilih tetap tenang, disiplin, serta terus berdoa. Ia juga memiliki kebiasaan khusus sebelum latihan dimulai.

“Sebelum latihan biasanya saya menyempatkan diri untuk menenangkan pikiran, berdoa, dan mengatur napas supaya lebih fokus,” katanya.

Dukungan keluarga dan teman menjadi hal paling berkesan bagi Melfana. Semangat sederhana yang diberikan ketika dirinya merasa lelah disebut sangat berarti.

“Yang paling berkesan ketika mereka tetap memberi semangat walaupun saya sedang capek atau merasa kurang percaya diri,” ujarnya.

“Hal kecil seperti itu sangat membantu,” sambungnya.

Bagi Melfana, membawa nama Samarinda dan Kalimantan Timur di tingkat nasional merupakan kebanggaan besar sekaligus tanggung jawab yang harus dijaga.

Baca  Jamuan Makan Malam Rakornas HKN, Pemprov Kaltim Sajikan Keceriaan dan Budaya Lokal

“Bagi saya ini sebuah kebanggaan dan tanggung jawab besar,” katanya.

“Saya ingin memberikan yang terbaik agar bisa membanggakan Samarinda dan Kalimantan Timur,” lanjutnya.

Ia juga menyoroti tantangan generasi muda saat ini dalam menjaga nasionalisme. Menurutnya, pengaruh lingkungan dan media sosial membuat sebagian anak muda lebih fokus mengikuti tren dibanding memahami nilai kebangsaan.

“Karena itu penting untuk tetap mencintai budaya dan menghargai perjuangan bangsa,” ucapnya.

Jika nantinya mendapat kesempatan mengibarkan bendera di Istana Negara, Melfana mengaku hal pertama yang akan dirasakan adalah syukur dan kebanggaan.

“Yang pertama pasti rasa syukur dan bangga, karena itu adalah impian besar yang bisa membawa nama daerah,” katanya.

Ia bahkan pernah membayangkan berdiri di hadapan Presiden Republik Indonesia. Menurutnya, momen tersebut akan menjadi perpaduan rasa bangga, haru, sekaligus tegang.

“Tapi itu juga menjadi motivasi untuk terus mempersiapkan diri lebih baik,” ujarnya.

Melfana ingin membuktikan kepada masyarakat bahwa anak daerah juga memiliki kesempatan besar untuk bersaing di level nasional selama mau berusaha dan disiplin.

“Saya ingin membuktikan bahwa dengan usaha, disiplin, dan doa, anak daerah juga bisa bersaing dan meraih kesempatan besar,” katanya.

Dalam membagi waktu antara sekolah, latihan, dan kehidupan pribadi, Melfana mengaku berusaha membuat jadwal prioritas agar semuanya tetap berjalan seimbang.

“Saat ada waktu luang biasanya saya gunakan untuk istirahat agar tetap seimbang,” tuturnya.

Selama mengikuti proses seleksi, nilai paling penting yang dipelajari Melfana adalah disiplin, tanggung jawab, dan kerja sama. Sosok yang paling menginspirasinya hingga berada di titik sekarang tetap kedua orang tuanya.

“Orang tua saya paling menginspirasi, karena mereka selalu mendukung dan mengajarkan untuk tetap semangat dalam proses apa pun,” ujarnya.

Melfana juga menilai generasi muda Kalimantan Timur memiliki karakter kuat dibanding daerah lain.

Baca  Ketua DPRD Samarinda Harap OIC-CA Berikan Dampak Positif dalam Pembangunan Kota

“Menurut saya generasi muda Kalimantan Timur punya semangat, keberanian mencoba hal baru, dan rasa kekeluargaan yang kuat,” katanya.

Meski begitu, ia menyadari dalam setiap perjuangan selalu ada kemungkinan gagal. Namun baginya, keberanian mencoba sudah menjadi kebanggaan tersendiri.

“Karena saya sudah berani mencoba dan memberikan usaha terbaik,” katanya.

“Bagi saya proses dan pengalaman yang didapat juga sangat berharga,” lanjutnya.

Ke depan, Melfana memiliki mimpi besar untuk terus berkembang dan menjadi pribadi yang bermanfaat bagi banyak orang.

“Mimpi terbesar saya adalah bisa terus berkembang, membanggakan orang tua dan daerah, serta menjadi pribadi yang bermanfaat bagi banyak orang,” ujarnya.

Kepada pelajar di Samarinda yang ingin mengikuti jejaknya, Melfana berpesan agar tidak takut mencoba dan tetap konsisten menjalani proses.

“Jangan takut mencoba dan jangan mudah menyerah,” katanya.

“Prosesnya memang tidak mudah, tapi kalau dijalani dengan disiplin, usaha, dan doa, semua punya kesempatan untuk berhasil,” sambungnya.

Jika diberi kesempatan memperkenalkan Samarinda di tingkat nasional, Melfana ingin menunjukkan budaya, keramahan masyarakat, serta potensi besar daerahnya.

“Saya ingin menunjukkan budaya, keramahan masyarakat, dan potensi daerah Samarinda yang sangat kaya dan membanggakan,” ujarnya.

Bagi Melfana, Merah Putih bukan sekadar bendera, melainkan simbol perjuangan dan persatuan bangsa Indonesia.

“Bagi saya Merah Putih adalah simbol perjuangan, persatuan, dan semangat untuk terus menjaga nama baik Indonesia,” katanya.

Setelah melewati seluruh proses seleksi, Melfana merasa dirinya berubah menjadi pribadi yang lebih disiplin, percaya diri, dan kuat menghadapi tekanan.

“Perubahan terbesar dalam diri saya adalah menjadi lebih disiplin, lebih percaya diri, dan lebih kuat menghadapi tekanan,” tutupnya.(ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button