
Editorialkaltim.com – Kontingen Muhammadiyah Kalimantan Timur mulai mematangkan persiapan menjelang keikutsertaan dalam ajang The 1st Muhammadiyah Games 2026 yang digelar 12-23 Mei 2026 di Yogyakarta, Surakarta, dan Purwokerto. Sebanyak 53 atlet dan ofisial dipastikan berangkat membawa nama Kaltim dalam kompetisi olahraga perdana tingkat nasional tersebut.
Kontingen Kaltim bakal turun di empat cabang olahraga, yakni panahan, atletik, bulu tangkis, serta pencak silat Tapak Suci. Para atlet berasal dari Samarinda, Balikpapan, hingga Tenggarong dengan melibatkan sekolah Muhammadiyah dan perguruan tinggi Muhammadiyah di daerah.
Pelatih Pencak Silat Tapak Suci Kaltim, Alamsyah, mengatakan persiapan dilakukan dalam waktu relatif singkat. Meski demikian, seluruh pelatih diminta tetap menjaga semangat atlet agar mampu menampilkan kemampuan terbaik saat bertanding nanti.
“Pelatih diminta mempersiapkan atlet secara maksimal meski waktunya singkat, serta menjaga mental dan fisik agar tetap prima,” ujarnya, Kamis (8/5/2026), di Samarinda.
Ia menjelaskan, proses pembentukan kontingen dimulai sejak adanya informasi resmi dari Lembaga Pengembangan Olahraga (LPO) Muhammadiyah terkait pelaksanaan event nasional tersebut. Setelah itu dilakukan koordinasi bersama pimpinan wilayah hingga pimpinan daerah Muhammadiyah se-Kaltim.
Sekolah Muhammadiyah di berbagai daerah kemudian diminta menjaring siswa berprestasi sesuai cabang olahraga masing-masing. Untuk panahan, atletik, dan bulu tangkis, proses seleksi dilakukan melalui LPO wilayah. Sementara cabang pencak silat Tapak Suci ditangani masing-masing pimpinan daerah Tapak Suci.
“Sejak awal informasi diterima, kami langsung bergerak bersama sekolah Muhammadiyah mencari atlet terbaik sesuai cabang olahraga yang dipertandingkan,” katanya.
Kontingen Kaltim menargetkan mampu membawa pulang medali dari sejumlah cabang olahraga yang diikuti. Optimisme itu muncul lantaran ajang tersebut baru pertama digelar sehingga peluang prestasi dinilai cukup terbuka.
Selain dukungan sekolah, keberangkatan kontingen juga mendapat bantuan dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Timur. Dukungan itu dinilai penting untuk menjaga semangat atlet selama menjalani pertandingan di tingkat nasional.
Sementara itu, Ketua LPO PP Muhammadiyah, Gatot Sugiharto, sebelumnya menyebut Muhammadiyah terus memperkuat pembinaan olahraga sebagai bagian dari dakwah dan pengembangan potensi generasi muda.
“Olahraga menjadi media dakwah Muhammadiyah sekaligus ruang pembinaan prestasi pelajar dan mahasiswa Muhammadiyah seluruh Indonesia,” tutupnya.(ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



