
Editorialkaltim.com – Kinerja retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) di DPMPTSP Bontang menunjukkan tren positif. Hingga akhir April 2026, realisasi pendapatan telah melampaui target tahunan yang ditetapkan.
Kepala DPMPTSP Bontang, Muhammad Aspiannur, mengungkapkan bahwa target awal sebesar Rp365 juta untuk satu tahun justru sudah terlampaui dalam empat bulan pertama.
“Posisi sampai akhir April sudah sekitar Rp386 juta. Artinya, target tahunan sudah terlampaui, padahal ini masih awal tahun,” ujarnya.
Menurutnya, capaian ini didorong oleh meningkatnya aktivitas perizinan dari sektor industri, khususnya perusahaan besar. Salah satu penyumbang signifikan berasal dari proyek yang dilakukan oleh PT Kaltim Parna Industri (KPI).
“Izin yang paling banyak itu dari KPI. Mereka mengajukan beberapa izin pembangunan, termasuk fasilitas seperti tangki dan infrastruktur pendukung lainnya,” jelasnya.
Meski demikian, tidak semua izin memberikan kontribusi besar. Beberapa izin seperti pembangunan fasilitas pendukung industri soda ash masih tergolong kecil.
“Untuk soda ash, yang keluar baru dua izin, itu pun untuk kantor dan laboratorium. Nilai PBG-nya sekitar Rp15 juta saja,” tambahnya.
Dengan capaian tersebut, DPMPTSP Bontang berencana melakukan penyesuaian target dalam perubahan anggaran mendatang. Bahkan, tidak menutup kemungkinan target dinaikkan hingga dua kali lipat.
“Nanti pasti ada penyesuaian target. Kalau melihat tren sekarang, sangat memungkinkan dinaikkan,” tegas Aspiannur.
Ia juga menekankan perhitungan target dilakukan oleh masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD), sementara pihaknya fokus pada realisasi di lapangan.
Dengan geliat investasi yang terus meningkat, pemerintah optimistis kontribusi sektor perizinan akan semakin memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bontang. (RIR//NDI/ADV DPMPTSP BONTANG)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



