
Editorialkaltim.com – Balai Rehabilitasi BNN Tanah Merah memberikan sosialisasi penguatan skrining awal dan deteksi dini risiko penyalahgunaan narkoba kepada pengurus Gerakan Nasional Anti Narkoba Majelis Ulama Indonesia (Ganas Annar) Kalimantan Timur. Kegiatan berlangsung di Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kaltim, Samarinda, Senin (27/4/2026).
Kepala Balai Rehabilitasi BNN Tanah Merah Bambang Styawan mengatakan, kehadiran pihaknya dalam kegiatan tersebut bertujuan membekali pengurus Ganas Annar dengan pemahaman terkait isu-isu terkini penyalahgunaan narkotika.
“Jadi, kegiatan hari ini sebenarnya adalah pelatihan pengurus Ganas Annar Kaltim. Kami diundang untuk memberikan pengetahuan terkait isu-isu terbaru masalah narkoba,” ujarnya.
Bambang mengungkapkan, saat ini muncul tren baru dalam penyalahgunaan zat berbahaya. Di antaranya penggunaan rokok elektronik atau vape yang dicampur zat terlarang, fenomena whipping, hingga peredaran narkotika jenis baru.
“Kita tadi menyoroti masalah vape, kemudian whipping, dan juga narkotika jenis baru,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi perkembangan tersebut, BNN Tanah Merah memiliki tiga program utama dalam upaya pencegahan dini. Program tersebut meliputi Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak (Ananda Bersinar), Skrining dan Asesmen Narkotika Terintegrasi di Sekolah (Sinari Sekolah), serta Integrasi Kurikulum Anti Narkoba (IKAN).
Ia menjelaskan, ketiga program itu dirancang untuk memperkuat pencegahan penyalahgunaan narkoba sejak usia dini melalui pendekatan edukatif, humanis, dan berbasis keluarga.
“Ketiganya saling terhubung, di mana kurikulum P4GN masuk dalam proses pembelajaran, Ananda Bersinar membentuk karakter siswa, dan Sinari Sekolah menjadi implementasi nyata skrining serta asesmen di satuan pendidikan,” terangnya.
Bambang berharap, pengurus Ganas Annar dapat berperan aktif dalam menyosialisasikan bahaya narkoba, khususnya jenis-jenis baru yang mulai marak di masyarakat.
“Harapannya teman-teman dari Ganas Annar bisa menyuarakan bahaya narkoba jenis baru di masyarakat, termasuk yang secara tampilan terlihat legal seperti vape, tetapi mengandung zat terlarang seperti etomidate, serta penyalahgunaan whipping,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Ganas Annar MUI Kaltim Abnan Pancasilawati mengapresiasi sosialisasi yang diberikan Balai Rehabilitasi BNN Tanah Merah. Ia berharap ke depan terjalin kerja sama yang lebih intens dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda. (adr/ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



