Internasional

Trump Ancam Pangkas Dana NATO Usai Kecewa Tak Dibantu Saat Konflik Iran

Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Foto: Reuters)

Editorialkaltim.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan kritik tajam terhadap NATO usai merasa tak mendapat dukungan saat konflik dengan Iran. Ia bahkan berencana membatasi pengeluaran Washington untuk aliansi pertahanan tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Trump kepada wartawan saat berada di Pangkalan Militer Gabungan Andrews. Ia menilai kontribusi besar Amerika Serikat selama ini tidak diimbangi dukungan nyata dari negara anggota lain saat dibutuhkan.

“Kami sudah keluarkan dana besar untuk NATO melindungi mereka dari Rusia, tapi saat kami butuh, mereka tidak hadir,” ujarnya, Rabu (9/4/2026), di Pangkalan Militer Gabungan Andrews sebagaimana dikutip dari CNN.

Baca  Uni Afrika Resmi Diakui Jadi Anggota Tetap G20

Trump menegaskan pemerintahannya akan mulai melakukan pengawasan ketat terhadap aliran dana yang selama ini digelontorkan ke NATO. Ia menilai besarnya kontribusi tersebut sudah melewati batas kewajaran.

Menurutnya, pengeluaran Amerika Serikat mencapai triliunan dolar selama bertahun-tahun untuk mendukung pertahanan bersama. Namun ia menganggap manfaat yang diterima negaranya tidak sebanding.

“Kini setiap dolar akan diawasi ketat dan kami tidak ingin lagi menanggung beban besar sendirian dalam aliansi,” katanya.

Kekecewaan Trump memuncak saat konflik dengan Iran, khususnya ketika ia meminta negara-negara Barat membantu pengamanan Selat Hormuz. Permintaan tersebut tidak direspons positif mayoritas anggota NATO yang memilih menghindari keterlibatan langsung.

Baca  Erdogan Serukan Solidaritas Kawasan untuk Lebanon, Kecam Rencana Ekspansi Perang Netanyahu

Situasi itu membuat Trump kembali mengungkit komitmen kolektif NATO yang dinilai tidak berjalan seimbang. Ia bahkan menyebut aliansi tersebut tidak hadir saat Amerika Serikat menghadapi ancaman nyata.

Di sisi lain, laporan Wall Street Journal menyebut Trump tengah mempertimbangkan langkah lebih jauh, termasuk kemungkinan menarik pasukan dari negara-negara anggota NATO yang dinilai tidak sejalan dengan kepentingan Washington.

Tak hanya itu, wacana keluar dari NATO juga kembali mencuat. Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengonfirmasi opsi tersebut sedang dikaji secara serius oleh pemerintah.

Isu pembiayaan memang menjadi sorotan utama Trump sejak awal masa jabatannya. Ia berulang kali menilai kontribusi negara anggota lain masih jauh dari proporsional.

Baca  ICJ Desak Israel Berikan Informasi Soal Kondisi di Zona Evakuasi Gaza

Tekanan tersebut sempat membuahkan hasil saat konferensi tingkat tinggi NATO pada Juni 2025. Kala itu, negara anggota sepakat meningkatkan belanja pertahanan hingga lima persen dari produk domestik bruto masing-masing.

Meski demikian, langkah itu belum cukup meredam ketidakpuasan Trump. Ia menegaskan akan terus mengevaluasi komitmen NATO ke depan, termasuk kemungkinan perubahan besar dalam keterlibatan Amerika Serikat di aliansi tersebut.(ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button