Nasional

Panglima TNI Beri Santunan hingga Rp1,8 Miliar untuk Keluarga Prajurit Gugur di Lebanon

Panglima TNI Agus Subiyanto (Foto: TNI)

Editorialkaltim.com – Panglima TNI Agus Subiyanto menegaskan negara hadir menjamin hak serta masa depan keluarga prajurit yang gugur saat menjalankan misi perdamaian dunia di Lebanon. Komitmen itu diwujudkan melalui pemberian santunan miliaran rupiah serta dukungan pendidikan bagi anak-anak para prajurit.

Ia menyebut setiap keluarga prajurit menerima santunan mencapai Rp1,8 miliar lebih, berasal dari berbagai komponen seperti asuransi, santunan kematian, hingga dukungan dari lembaga internasional dan perbankan.

“Negara memastikan seluruh hak prajurit terpenuhi, termasuk santunan, pendidikan anak, serta dukungan keluarga agar masa depan mereka tetap terjamin,” ujar Panglima TNI Agus Subiyanto kepada awak media, Rabu (01/04/2026), di Cimahi, Jawa Barat seperti dikutip dari CNN Indonesia.

Baca  JK Usul Televisi Berbagi Layar dengan Azan saat Misa Paus Fransiskus

Agus merinci, santunan untuk almarhum Kapten Zulmi Aditya Iskandar mencapai Rp1.894.648.236. Sementara almarhum Sertu Muhammad Nur Ikhwan memperoleh Rp1.846.309.049 dan Praka Farizal Rhomadhon sebesar Rp1.854.075.205.

Selain santunan, TNI juga memberikan kenaikan pangkat luar biasa bagi seluruh prajurit yang gugur. Kebijakan ini menjadi bentuk penghormatan negara atas pengabdian mereka dalam misi perdamaian di bawah bendera United Nations Interim Force in Lebanon.

Agus menambahkan, keluarga prajurit juga akan mendapatkan beasiswa pendidikan untuk anak dengan nilai Rp30 juta. Program tersebut disertai pengawalan pendidikan hingga anak mencapai usia dewasa.

Baca  Bawaslu Usulkan Penundaan Pilkada Serentak 2024, Menkopolhukam: Tidak Boleh Mundur

“Selain santunan, kami memberikan beasiswa pendidikan anak, gaji penuh selama satu tahun, serta jaminan kesejahteraan keluarga prajurit gugur,” katanya lagi.

Dari sisi kesejahteraan, TNI menjamin pemberian gaji penuh selama 12 bulan ke depan. Selain itu, tabungan hari tua juga diberikan sesuai masa pengabdian prajurit sejak awal berdinas.

Terkait proses pemulangan jenazah, Agus memastikan koordinasi terus berjalan agar seluruh prajurit dapat segera kembali ke tanah air dan dimakamkan secara layak.

Baca  Uang Negara Harus Kembali, Wapres Minta Kasus Korupsi PT Timah Diusut Tuntas

“Proses pemulangan jenazah sedang berjalan, koordinasi intens dilakukan agar prajurit dapat segera kembali ke Indonesia dengan penghormatan terbaik,” tutupnya.

Diketahui, tiga prajurit TNI gugur saat menjalankan tugas dalam misi perdamaian dunia di Lebanon pada Maret 2026. Selain korban jiwa, sejumlah prajurit lain mengalami luka dan telah mendapatkan perawatan medis di rumah sakit setempat. (ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button