KaltimSamarinda

WFA Didorong Jadi Gaya Kerja Baru, DPRD Kaltim: ASN Harus Lebih Kreatif!

Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) Ananda Emira Moeis (Foto: Editorialkaltim/Adryan)

Editorialkaltim.com – Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) Ananda Emira Moeis, optimistis penerapan skema kerja fleksibel Work From Anywhere (WFA) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) mampu mendorong peningkatan kreativitas dan produktivitas di lingkungan pemerintahan.

Menurutnya, kebijakan kerja fleksibel yang mulai didorong pemerintah pusat sebagai bagian dari efisiensi penggunaan listrik dan bahan bakar minyak (BBM) ini perlu disikapi sebagai peluang untuk berinovasi dalam sistem kerja birokrasi.

“WFA ini kan anywhere and everywhere. Dengan kondisi hari ini, kita harus bisa lebih kreatif lagi dan memaksimalkan kinerja,” ujarnya, Sabtu (28/3/2026).

Baca  Sering Mogok di Jalan, DPRD Kaltim Ungkap Alasan Lelang Mobil Dinas Lama

Ia menilai fleksibilitas kerja bukan alasan menurunnya kinerja ASN. Justru, dengan dukungan teknologi digital yang semakin berkembang, pegawai pemerintah tetap dapat bekerja secara optimal tanpa harus terikat pada lokasi tertentu.

“Tidak malah mengurangi kinerja, harusnya justru menambah. Karena di mana pun dan kapan pun kita bisa bekerja,” tegasnya.

Ananda juga menyinggung pengalaman saat masa pandemi COVID-19, di mana sebagian besar sektor tetap mampu beroperasi secara produktif meski menerapkan sistem kerja dari rumah. Kondisi tersebut, kata dia, menjadi bukti bahwa pola kerja fleksibel dapat berjalan efektif jika didukung sistem yang tepat.

Baca  Cuti Lebaran dan THR, DPRD Kaltim Sebut Perusahaan Pasti Ikuti Aturan

“Waktu pandemi saja kita masih produktif. Apalagi sekarang, harusnya bisa lebih maksimal,” tambahnya.

Meski demikian, ia mengakui tidak semua instansi dapat sepenuhnya menerapkan skema WFA, terutama layanan publik yang membutuhkan kehadiran langsung di kantor. Namun, hal tersebut dinilai sebagai konsekuensi dari peran dan tanggung jawab masing-masing instansi.

“Saya pikir semua punya beban dan tanggung jawab masing-masing yang sama-sama berat,” ujarnya.

Baca  Abdul Rohim Soroti Tingkat Pengangguran dan Pembangunan dalam Musrenbang 2025

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa konsep WFA sebenarnya bukan hal baru dalam dunia kerja. Beberapa profesi, seperti jurnalis, telah lama menerapkan pola kerja fleksibel tanpa mengurangi produktivitas.

“Wartawan saja sudah terbiasa WFA sejak dulu, bekerja di mana saja. Itu bisa jadi contoh,” pungkasnya.(adr/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button