Nasional

Ketua Komisi X DPR Kecam Oknum Brimob Aniaya Siswa hingga Tewas di Tual

Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian (Foto: dpr.go.id)

Editorialkaltim.com – Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian mengecam keras dugaan tindak kekerasan yang dilakukan oknum anggota Brimob Polri hingga menyebabkan seorang siswa meninggal dunia di Kota Tual. Ia menyebut peristiwa tersebut sebagai tragedi kemanusiaan sekaligus tamparan serius bagi negara dalam upaya melindungi anak.

“Kekerasan oleh aparat terhadap warga sipil, terlebih terhadap anak yang masih berstatus pelajar, tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun,” kata Hetifah dalam keterangan tertulis yang dikutip dari rilis Parlementaria, Senin (23/2/2026).

Baca  DPR Minta Honorer 5 Tahun Kerja Harus Diangkat PPPK Tanpa Tes

Menurut Hetifah, sekolah maupun ruang publik seharusnya menjadi tempat yang aman bagi anak untuk tumbuh dan belajar. Tindakan represif yang berujung pada hilangnya nyawa dinilai tidak hanya mencederai rasa keadilan, tetapi juga merusak kepercayaan publik terhadap institusi negara.

“Tindakan represif yang berujung pada hilangnya nyawa tidak hanya mencederai rasa keadilan, tetapi juga merusak kepercayaan publik terhadap institusi negara,” ujarnya.

Legislator Fraksi Partai Golkar itu menegaskan proses hukum harus dilakukan secara transparan, objektif, dan tegas, baik melalui mekanisme pidana maupun penegakan kode etik internal. Ia meminta tidak ada impunitas dalam kasus yang menyebabkan hilangnya nyawa.

Baca  4 Gajah Dikerahkan BKSDA Aceh Bersihkan Puing Banjir Bandang

“Tidak boleh ada impunitas atas pelanggaran yang mengakibatkan kematian. Dalam kerangka hukum pidana nasional, perbuatan penganiayaan yang menyebabkan hilangnya nyawa memiliki konsekuensi serius dan harus ditegakkan tanpa kompromi,” jelasnya.

Selain itu, Hetifah juga mendorong evaluasi menyeluruh terhadap sistem pembinaan, pengawasan, serta standar operasional prosedur penggunaan kekuatan oleh aparat. Evaluasi tersebut dinilai penting, khususnya dalam interaksi aparat dengan masyarakat sipil dan anak-anak.

Baca  Tekuk Australia 1-0 di Piala Asia U-23, Erick Thohir: Itu Permainan yang Indonesia Mau

Ia pun menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban. Hetifah meminta seluruh pihak terkait mengawal penanganan kasus ini hingga tuntas demi tegaknya keadilan serta perlindungan bagi pelajar Indonesia.(ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button