
Editorialkaltim.com – Bagi sebagian warga di pinggiran Samarinda, pergi berobat berarti menempuh perjalanan panjang menuju pusat kota. Pilihannya terbatas karena sebagian besar fasilitas kesehatan masih terpusat di kawasan inti kota.
Kondisi inilah yang mendapat perhatian dari Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Yacob Pangedongen. Ia menilai, masyarakat di wilayah pinggiran seharusnya tidak perlu bersusah payah hanya untuk mendapatkan layanan kesehatan.
“Semua warga, baik yang tinggal di pusat kota maupun di pinggiran, seharusnya bisa menikmati fasilitas kesehatan yang sama,” ungkap Yacob, Rabu (27/7/2025).
Menurutnya, jika fasilitas kesehatan hanya terkonsentrasi di kota, akan muncul kesenjangan sosial di tengah masyarakat. Bukan hanya rumah sakit milik pemerintah, rumah sakit swasta pun masih banyak yang beroperasi di pusat kota.
Yacob mencontohkan RSUD Inche Abdoel Moeis di Kecamatan Loa Janan. Lokasinya jauh dari pusat kota, namun tetap ramai didatangi pasien. “Ini bukti bahwa rumah sakit di pinggiran juga bisa berkembang,” katanya.
Meski begitu, ia menyadari pembangunan rumah sakit membutuhkan waktu dan anggaran yang besar. Karena itu, ia mendorong agar pemerintah lebih dulu mengoptimalkan peran puskesmas sebagai garda terdepan layanan kesehatan.
“Kalau rumah sakit baru belum memungkinkan, setidaknya puskesmas diperkuat dulu. Jangan sampai masyarakat di pinggiran merasa diabaikan,” tegasnya.
DPRD Samarinda, lanjut Yacob, akan terus mendorong pemerataan pembangunan infrastruktur kesehatan. Harapannya, masyarakat di daerah jauh dari pusat kota tidak lagi kesulitan ketika membutuhkan layanan medis. (nit/ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.