Opini

Seberapa Penting Peranan IPK dan Leadership bagi Lulusan Mahasiswa?

Suciati, Guru Bahasa Indonesia

Sebagai orang yang pernah menjadi mahasiswa, menjadi idealis adalah suatu kebanggaan tersendiri. Sifat idealis dan perfek tentu tidak salah. Apalagi target IPK menjadi tujuan utama dalam mengenyam pendidikan di fakultas. Dengan begitu, tujuan utama menjadi lebih terarah hanya untuk belajar dan belajar. Sehingga setiap waktu kita disibukkan dengan tumpukkan buku-buku dan diktat-diktat tebal yang harus dibaca satu-satu. Wow, luar biasa kegiatan yang sangat menyita waktu, bukan?

Lalu timbul suatu pertanyaan? Apakah saat saya menjadi mahasiswa kala itu tidak merasa bosan? Tentu rasa bosan tak bisa dipungkiri. Hidup tidak memiliki seni ibarat sebuah masakan. Menu masakan setiap hari sama.  Rutinitas sama dan tak berubah setiap waktunya. Seakan apa yang diajukan dalam proposal hidupnya tak mengandung tantangan. Tantangan dianggap suatu beban yang akan menurunkan nilai prestasi dalam IPK.

Kita sebagai mahasiswa memiliki karakter idealis dan ingin menjadi lulusan terbaik, itu tak masalah. Setiap mahasiswa tentu akan senang bila disebut sebagai lulusan terbaik. Keren, bukan? Hal ini akan menjadi suatu capaian yang membanggakan dan semua mata akan dibuat iri melihat penampilan di atas mimbar. Lalu, apakah kita sebagai mahasiswa cukup dengan bekal IPK untuk merancang masa depan? Apakah tidak ada bekal lain yang harus kita siapkan?

Dengan tulisan ini, saya pribadi ingin berbagi sedikit pengalaman semoga dapat menggugah pembaca. Jika kita hanya memiliki target IPK tertinggi dan sempurna itu bagus, asal diiringi dengan kemampuan yang mendukung misalnya kemampuan berbicara dan perencanaan. Kemampuan itu dapat dikembangkan salah satunya bergabung dengan organisasi di kampus. Pengalaman di organisasi tentu akan berbeda dengan yang kita peroleh di bangku kuliah. Pengalaman itu akan membentuk leadership yang selama ini masih tersimpan. Kemampuan ini perlu wadah untuk dieksplor agar semakin tumbuh dan berkembang.

Baca  Fadly: Erick Thohir Puzzle Utama Kemajuan Sepak Bola Indonesia

Kita sebagai mahasiswa yang disibukkan dengan kegiatan luar tentu memiliki kemampuan dalam mengatur jadwal kegiatan. Jangan sampai kegiatan di luar menyita perhatian apalagi menurunkan nilai IPK. Tentu suatu penurunan akademik yang mengancam eksistensi kita sebagai mahasiswa. Dengan perencanaan dan skala prioritas tentu kita sebagai mahasiswa akan terarah dengan apa yang dilakukan. Di sinilah sistem perencanaan yang apik dan penuh perhitungan dibutuhkan.

Pengalaman inilah yang nanti dibutuhkan di dunia kerja. Kita tidak hanya pandai secara akademik tapi tak mampu mengaktualisasikan apa yang kita dapatkan. Kita juga perlu wadah untuk mengaplikasikan segala ide yang kita miliki melalui organisasi. Dalam organisasi tentu memiliki program kerja dan pengurus. Kita juga bisa mencoba menjadi pemimpin yang dapat memanajemen organisasi. Untuk pemula cukup menjadi peserta. Ingat, jangan cukup jadi peserta saja, sesekali naik tingkat agar kita memiliki pengalaman dalam kepemimpinan. Sebab, dengan naik tingkatan berarti ada tantangan tanggung jawab menanti. Justru, pengalaman inilah yang akan kita dapati di dunia kerja.

Baca  Cara Cek Hasil Pengumuman SNBP 2023, Bisa Lewat 38 Link Mirror

Kemampuan leadership sangat penting saat kita melakukan wawancara. Kemampuan berbicara, pengalaman organisasi, dan pengetahuan selama kuliah akan melebur menjadi kekuatan kita dalam wawancara. Saat wawancara yang kita lakukan tidak merasa beban tapi kita siap di segala keadaan. Kemampuan leadership sangat penting tidak hanya dalam kepemimpinan dalam organisasi tapi kemampuan untuk memimpin diri sendiri terutama hidup dan perasaan yang turun naik. Hal ini akan berdampak pada mood seseorang. Jika kepemimpinan bagus maka seseorang dapat mengontrol diri pribadinya dengan baik.

Peranan IPK dan leadership semasa kuliah sangat penting dalam mempersiapkan diri menyambut dunia kerja. Hidup di depan mata penuh dengan tantangan sehingga memerlukan perencanaan dengan menyusun program hidup yang terarah. Semua hal perlu dibuat proporsional agar hidup seimbang. Jangan sampai salah satu menonjol sementara yang lain tidak. Keseimbangan hidup akan mendatangkan kebahagiaan. Kebahagiaan merupakan sumber penyemangat hidup yang dapat menghadirkan energi positif yang menggerakkan kita berbuat sesuatu yang lebih baik.

Untuk mencapai tujuan yang diinginkan, kita memerlukan perencanaan yang kita susun dalam proposal  hidup. Dalam proposal hidup akan terencana mulai proses awal, pelaksanaan, dan sampai hasil. Hal ini sama seperti kerjanya guide travel perjalanan. Mereka memandu acara mulai dari keberangkatan, perjalanan, makan, dan sampai meninggalkan kesan yang mendalam bagi customernya. Segala hambatan dan bahkan rintangan mampu ditepiskan dengan professional begitu halnya dengan kita sebagai mahasiswa. Dalam proposal tentu berisi strategi yang mesti disiapkan untuk pencapaian agar tujuan sesuai harapan

Baca  Pemuda Muhammadiyah dan Peradaban Profetik

Untuk mewujudkan itu memerlukan tekad yang kuat dan pengorbanan. Terkadang kita harus ikhlas jam santai terpakai untuk menyelesaikan target. Tapi semua itu tak akan sia-sia. Kerja keras yang melibatkan hati akan berdampak dan membuahkan hasil sama halnya dengan pepatah berakit-rakit ke hulu berenang-renang ke tepian. Untuk itu, nikmatilah setiap prosesnya dan evaluasi setiap tindakan kita agar dapat meminimalisasi setiap kendala yang ada.

Oleh karena itu, dalam menyambut dunia kerja kita siapkan pengetahuan dan kemampuan leadership dalam memanajemen waktu kerja dan hasil. Pengalaman organisasi akan membantu kita menyusun program kerja dan ide yang membuat kita lebih solutif dan tak putus asa. Pengalaman ini akan membantu kita mengembangkan karier dan  membina hubungan dengan rekan kerja. Jadi, pilihan ada diri kita masing-masing, bukan? (*)

(*) Opini penulis ini merupakan tanggung jawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi editorialkaltim.com

[NFA]

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Mari bergabung di Grup Telegram “editorialkaltim”, caranya klik link, https://t.me/editorialkaltimcom kemudian join. Anda harus mengistal Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button