
Editorialkaltim.com – Sorotan terhadap anggaran renovasi rumah dinas gubernur Kalimantan Timur senilai sekitar Rp 25 miliar mendapat tanggapan langsung dari Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud. Ia menyebut kondisi fasilitas di kompleks tersebut memang sudah memprihatinkan setelah lama tidak difungsikan.
Rudy mengungkapkan, banyak sarana di dalam rumah dinas mengalami kerusakan, bahkan sebagian sudah tidak bisa digunakan lagi. Kondisi ini mencakup berbagai fasilitas dasar hingga perlengkapan pendukung kegiatan pemerintahan.
“Banyak fasilitas rumah dinas sudah rusak, seperti elektronik, lampu, toilet, hingga perabot seperti sofa dan televisi tidak layak,” ujarnya, Selasa (7/4/2026), di Gedung DPR RI.
Ia menjelaskan, rumah dinas tersebut tidak ditempati dalam kurun waktu cukup lama, bahkan disebut mencapai lebih dari 10 tahun. Hal itu berdampak langsung terhadap kondisi bangunan serta kelengkapan di dalamnya yang mengalami penurunan kualitas.
Selain itu, Rudy menegaskan anggaran renovasi yang menjadi perbincangan publik tidak hanya digunakan untuk satu bangunan saja. Dana tersebut juga mencakup pembenahan rumah dinas wakil gubernur serta fasilitas lain yang berada dalam satu kawasan.
“Renovasi mencakup rumah gubernur, rumah wakil gubernur, pendopo, serta fasilitas guest house yang berada dalam satu kompleks,” katanya.
Ia menilai pembenahan tersebut penting agar rumah dinas kembali berfungsi sebagai pusat kegiatan resmi pemerintah daerah. Terlebih, kompleks tersebut memiliki sejumlah ruang pertemuan berkapasitas besar yang kerap digunakan untuk agenda penting.
Fasilitas seperti Odah Etam mampu menampung lebih dari 1.000 orang, sedangkan Olah Bebaya memiliki kapasitas lebih dari 500 orang. Kedua fasilitas itu dinilai perlu dalam kondisi prima untuk menunjang berbagai kegiatan pemerintahan.
“Perbaikan dilakukan agar rumah dinas dapat digunakan maksimal untuk kegiatan pemerintahan, termasuk pertemuan besar di tingkat provinsi,” ujarnya.
Rudy juga menegaskan dirinya tidak pernah secara khusus meminta pengadaan rumah dinas tersebut. Ia menyebut proses penganggaran sepenuhnya dilakukan Tim Anggaran Pemerintah Daerah bersama DPRD Kaltim.
Ia mengaku tidak mengetahui secara detail besaran anggaran karena seluruh proses teknis ditangani Biro Umum dan TAPD. Saat ini, rumah dinas tersebut telah selesai direnovasi dan mulai ditempati.
Menurutnya, keputusan tinggal di rumah dinas dipilih karena lokasinya dekat dengan kantor gubernur sehingga lebih efisien untuk menunjang aktivitas kerja sehari-hari.(ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



