KaltimSamarindaZona Kampus

Rektor Unmul Terpilih Sayangkan Penolakan Hasil Pilrek, Tegaskan Rivalitas Telah Berakhir

Rektor Universitas Mulawarman (Unmul) terpilih periode 2026–2030, Prof. Rudianto Amirta saat konferensi melalui zoom meeting bersama awak media, Jumat (2/10/2026).(Foto: Editorialkaltim/Adryan)

Editorialkaltim.com – Rektor Universitas Mulawarman (Unmul) terpilih periode 2026–2030, Prof. Rudianto Amirta, menyayangkan sikap sejumlah pihak yang belum menerima hasil pemilihan rektor (Pilrek) Unmul. Ia menegaskan rivalitas dalam kontestasi tersebut seharusnya berakhir setelah proses pemilihan selesai.

Rudianto mengatakan, setelah terpilih, dirinya berkomitmen menjadi pemimpin bagi seluruh keluarga besar Unmul. Ia memastikan tidak akan membedakan kelompok yang memberikan dukungan maupun pihak yang memilih kandidat lain.

“Tentu saja saya menyayangkan karena pada prinsipnya kita kan satu keluarga besar. Saya pun dalam hal ini setelah terpilih akan berusaha menjadi payung buat semuanya, bukan hanya pada kelompok yang memberikan dukungan ke saya, namun tentu pada semua elemen dari Universitas Mulawarman. Saya berpikir bahwa rivalitas itu sudah berakhir,” ujarnya dalam konferensi pers bersama awak media melalui Zoom, Jumat (2/10/2026).

Baca  300 Pendaftar DSBK XVI Ikuti Kurasi Ketat

Rudianto mengungkapkan telah menemui Rektor Unmul sebelumnya seusai Pilrek. Pertemuan dan jabat tangan tersebut, menurutnya, menjadi penanda berakhirnya kompetisi sekaligus momentum untuk kembali menyatukan seluruh elemen kampus.

“Pemilihan sudah berakhir, saya sudah mendatangi Pak Rektor. Kami sudah bersalaman yang menyatakan bahwa kita sudah menyelesaikan kompetisinya. Memang itu harus kita lakukan dalam konteks memilih pimpinan yang harus memimpin Unmul di masa mendatang,” jelasnya.

Selain menanggapi dinamika pascapemilihan, Rudianto menepis anggapan perolehan 35 persen suara kementerian dalam Pilrek semata-mata ditentukan melalui lobi.

Ia menjelaskan seluruh kandidat telah melewati sejumlah tahapan seleksi sebelum tiga nama ditetapkan sebagai calon rektor. Proses tersebut mencakup penilaian portofolio, rekam jejak, pemeriksaan latar belakang, hingga wawancara.

Baca  Rencana Aksi Pencegahan KTP dan TTPO Dewan Puji Sebut Data Real Menjadi Patokan

Tiga kandidat yang lolos kemudian mengikuti wawancara dengan pihak kementerian, termasuk Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Dalam tahapan tersebut, masing-masing kandidat menyampaikan visi, misi, komitmen, serta rencana pengembangan universitas.

“Jadi, tidak benar juga kalau kemudian 35 persen suara itu murni lobi. Ada tahapan penilaian itu yang tidak diungkap dan tidak disampaikan,” tegasnya.

Rudianto menilai mekanisme penilaian tersebut perlu dijelaskan lebih terperinci kepada publik agar proses pemberian suara kementerian dapat dipahami secara utuh.

Terkait porsi suara kementerian sebesar 35 persen, ia mengatakan seluruh kandidat telah mengetahui ketentuan tersebut sejak mendaftarkan diri sebagai calon rektor.

“Kelima-lima calon pada saat kita mendaftarkan sudah tahu bahwa kita akan diberlakukan Peraturan Menteri Nomor 33 Tahun 2010 itu. Jadi, kita tidak pernah kemudian menggugat itu,” imbuhnya.

Baca  DPRD PPU Soroti Kelanjutan Pembangunan Rumah Adat Kuta Rekan Tatau yang Tertunda

Menurut Rudianto, ketentuan tersebut bukan mekanisme baru dalam pemilihan rektor perguruan tinggi. Karena itu, ia menilai aturan tersebut semestinya dipahami sebagai bagian dari mekanisme yang telah diketahui kandidat sejak awal.

“Jadi, itu bukan hal baru yang layak untuk digugat,” ujarnya.

Ia turut menyinggung pergantian kepemimpinan seusai pemilihan rektor tidak hanya terjadi di Unmul. Rudianto mencontohkan proses pergantian pimpinan di Universitas Lambung Mangkurat.

“Di Universitas Lambung Mangkurat aman-aman aja,” tegasnya. (adr/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button