
Editorialkaltim.com – Produksi pangan lokal Samarinda mulai menunjukkan perkembangan, tetapi belum cukup untuk melepaskan ketergantungan terhadap pasokan luar daerah. DPRD Kota Samarinda mendorong penguatan pertanian lokal, terutama komoditas yang cocok dikembangkan di kawasan perkotaan.
Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda Kamaruddin mengatakan, sejumlah kebutuhan utama masyarakat masih didatangkan dari luar Kalimantan Timur (Kaltim). Kondisi tersebut membuat peningkatan kapasitas produksi lokal semakin penting.
“Kalau melihat kondisi sekarang, kita masih banyak bergantung pasokan luar, termasuk beras, bawang merah, bawang putih, serta kebutuhan pangan lainnya,” katanya, Selasa (6/10/2026), di DPRD Samarinda.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Samarinda menunjukkan produksi beras Samarinda selama 2025 diperkirakan mencapai 6.408,45 ton. Angka tersebut meningkat 18,71 persen dibandingkan 2024 yang mencapai 5.398,37 ton. Produksi padi 2025 diperkirakan mencapai 11.017,35 ton gabah kering giling (GKG).
Meski produksi meningkat, kebutuhan pangan dalam skala Kaltim masih jauh lebih besar. Neraca pangan Kaltim 2026 memproyeksikan produksi beras sekitar 173.491 ton, sedangkan kebutuhan tahunan mencapai sekitar 400.695 ton.
Kondisi tersebut membuat pasokan luar daerah tetap dibutuhkan. Pemerintah Provinsi Kaltim sebelumnya menyebut stok beras Bulog selama September 2026 masih aman, meski sebagian pasokan berasal dari Jawa dan Sulawesi.
“Produksi lokal harus terus kita tingkatkan secara bertahap, sehingga ketergantungan terhadap pasokan daerah lain dapat berkurang dan ketahanan pangan semakin kuat,” ujarnya.
Politisi Partai NasDem ini menilai Samarinda tidak harus memproduksi seluruh kebutuhan pangan secara mandiri. Penguatan produksi bisa difokuskan ke komoditas yang sesuai dengan karakteristik lahan, termasuk sayuran seperti kangkung dan sawi.
Potensi tersebut tercermin dari data BPS Kota Samarinda. Selama 2025, luas panen kangkung tercatat 117,53 hektare, sedangkan petsai atau sawi mencapai 124,20 hektare.
“Untuk sayuran tertentu kita punya peluang besar, seperti kangkung, sawi, serta komoditas lain yang memungkinkan dikembangkan petani lokal secara berkelanjutan,” imbuhnya.
Penguatan produksi lokal juga sejalan dengan langkah Pemkot Samarinda yang mendorong urban farming sebagai salah satu upaya memperkuat ketahanan pangan keluarga dan menjaga stabilitas pasokan.
Kamaruddin menilai peningkatan produksi perlu dibarengi perlindungan lahan pertanian, dukungan irigasi, serta kemudahan pengembangan usaha pertanian. Pemanfaatan lahan belum produktif juga bisa diarahkan untuk memperkuat rantai pasok pangan lokal.
Upaya tersebut diharapkan mampu memperbesar kontribusi petani lokal sekaligus mengurangi ketergantungan Samarinda terhadap pasokan pangan luar daerah secara bertahap.(adr/ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



