
Editorialkaltim.com – Pondok Pesantren Istiqamah Muhammadiyah Boarding School Samarinda berhasil menembus tiga besar Program Tani Berkah Bank Indonesia. Prestasi tersebut diumumkan dalam rangkaian Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) yang berlangsung di Jakarta International Convention Centre (JICC), Jakarta, 13–19 Oktober 2026.
Capaian ini menjadi bukti keberhasilan pesantren dalam mengembangkan kemandirian ekonomi melalui sektor pertanian dan peternakan. Sejumlah unit usaha yang dijalankan meliputi budidaya sayuran hidroponik, wakaf domba, hingga produksi telur ayam.
ISEF merupakan agenda tahunan Bank Indonesia yang berfokus pada penguatan ekonomi dan keuangan syariah. Kegiatan ini sekaligus menjadi wadah promosi, kolaborasi, serta pengembangan ekonomi berbasis pesantren di Indonesia.
Wakil Direktur Bidang Kesantrian Pesantren Istiqamah Muhammadiyah Boarding School Samarinda, Arif Saripudin, mengaku bersyukur atas pencapaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini menjadi motivasi bagi pesantren untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pengelolaan unit usaha.
“Alhamdulillah, Pesantren Istiqamah tembus menjadi tiga terbaik pesantren dalam ajang ini. Ini merupakan kehormatan bagi kami sehingga kami terus terpacu untuk menjadi lebih baik,” ujarnya.
Arif mengatakan, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, khususnya jajaran pimpinan Muhammadiyah. Ia berharap pesantren yang berlokasi di Batu Besaung, Samarinda, mampu berkembang menjadi pusat agribisnis berkelanjutan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pimpinan dari wilayah hingga ranting yang senantiasa mendukung dan mendoakan pesantren kita di Batu Besaung menjadi pesantren unggulan, bukan hanya di bidang akademik dan nonakademik, tetapi juga didorong untuk menjadikan pesantren sebagai ekosistem sentra agrobisnis pada masa yang akan datang,” katanya.
Apresiasi juga disampaikan kepada Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Timur dan Bank Indonesia pusat atas pendampingan serta fasilitasi yang diberikan selama pengembangan usaha pesantren.
Menurut Arif, dukungan tersebut menjadi faktor penting dalam memperkuat fondasi ekonomi pesantren. Namun, ia menegaskan pengembangan usaha tidak boleh terus bergantung pada bantuan pemerintah.
“Kami tidak berharap banyak dibantu oleh negara. Kami cukup difasilitasi dan diberikan modal untuk tumbuh dan berkembang agar tidak ketergantungan pada bantuan. Inilah yang kami harapkan,” ungkapnya.
Arif menilai akses permodalan dan pendampingan usaha menjadi kebutuhan utama agar pesantren mampu mengembangkan potensi ekonominya secara mandiri.
Lebih lanjut, pihaknya menyatakan kesiapan menjadikan Pesantren Istiqamah Muhammadiyah Samarinda sebagai proyek percontohan pengembangan agribisnis berbasis pesantren.
Melalui konsep tersebut, model pengelolaan usaha pertanian dan peternakan yang telah berjalan diharapkan dapat diterapkan di pesantren lain. Langkah ini sekaligus menjadi upaya memperkuat ekosistem ekonomi syariah melalui pemberdayaan lembaga pendidikan Islam.
“Kami pun siap menjadi pilot project percontohan Agrobisnis dan bisa di copy paste oleh pesantren yang lain,” pungkasnya. (adr/ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



