Opini

Pembelajaran Praktik Berdiferensiasi Guna Memerdekakan Bakat Murid

Gambar Pembelajaran di Luar Kelas. (Sumber dokumen penulis).

Ditulis oleh: Guru Bahasa Indonesia, Suciati

Tak bisa dipungkiri hadirnya kurikulum merdeka memberikan wana baru bagi dunia pendidikan. Hal itu tentu mempengaruhi cara pandang yang selama ini selalu berorientasi pada pencapaian tujuan pembelajaran semata tapi cakupan dapat lebih dari itu. Pemusatan pada pencapaian tujuan semata yang tetap memerdekakan bakat dan minat murid sesuai kodratnya. Murid tetap belajar sesuai bakat dan minat tanpa adanya tekanan.  Murid dapat mengekspresikan diri dan tetap sesuai tujuan pembelajaran.

Hal itu senada dengan tujuan yang dicetuskan oleh Ki Hajar Dewantara. Menurut Ki Hajar Dewantara, tujuan pendidikan  adalah menuntun segala kekuatan kodrat yang adat pada murid agar murid sebagai manusia  maupun sebagai anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan  dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya.

Dengan memahami tujuan tersebut kita sebagai guru dapat menyadari bahwa setiap murid memiliki keunikan dan kodratnya masing-masing. Guru memiliki tugas menyediakan lingkungan belajar yang mendorong setiap murid untuk tumbuh dan bekembang secara maksimal sesuai kodratnya dan memastikan setiap prosesnya, murid dapat belajar secara selamat dan bahagia. Guna mewujudkan hal itu, guru perlu menerapkan pembelajaran berdiferensiasi. Apa itu berdiferensiasi? Berdiferensiasi merupakan serangkaian keputusan masuk akal yang dirancang oleh guru yang berorientasi pada kebutuhan murid. 

Pada ujian tahun ini, kelas XII masih mengampu kurikulum 2013. Tak ada salahnya hal baik yang terdapat di kurikulum merdeka juga diterapkan pada pembelajaran kelas XII yakni pada saat pelaksanaan ujian praktik. Selama ini, guru yang menjadi penentu sentral dalam memutuskan ujian praktik tanpa melibatkan murid dalam menentukan tujuan pembelajaran, proses penilaian, dan sebagainya. Dengan begitu, guru setidaknya tidak mengetahui apa kondisi yang dialami oleh murid. Apakah murid menjalankan dengan penuh tekanan atau bahagia?

Baca  Pemilu 2024 dan Konsolidasi Demokrasi

Sejatinya pembelajaran yang diciptakan oleh guru menghadirkan rasa nyaman dan bahagia. Murid dapat dilibatkan dalam pembelajaran agar lebih bermakna dan berdampak. Murid dapat dilatih memiliki keterampilan hidup untuk menyongsong masa depan yang penuh tantangan. Tantangan itu akan mendorongnya berusaha keras memperbarui segala kekurangan dan hambatan pada dirinya sehingga murid dapat menjadi pribadi yang berkarakter tanpa dihantui oleh mental block yang selama ini membelenggu ruang ekspresinya.

Sebelum pelaksanaan praktik, guru dapat melakukan identifikasi sebagai langkah guna mengetahui apa yang menjadi keinginannya. Guru dapat menggunakan alat survey melalui google form atau bertanya secara langsung. Dengan data awal tersebut menjadi pedoman awal seorang guru dalam memutuskan langkah selanjutnya. Kemudian, guru juga dapat membuat kesepakatan bersama murid mengenai mekanisme dan kesiapan diri menyambut praktik ujian sekolah. Dengan kesepakatan ini setidaknya sebagai bekal murid mempersiapkan diri baik dari segi latihan secara mandiri, latihan mental sampai benar-benar waktu yang telah ditentukan.

Selanjutnya, guru dapat membuat panduan semacam juknis yang bisa dipahami oleh murid setelah murid memutuskan menentukan pilihannya. Semua juknis dibuat berdasarkan pilihan praktik yang telah dipilih. Guru dapat mempublikasikan dan meminta murid memahami dan menelaah. Guru dapat melibatkan murid dalam merefleksi juknis. Jika ada tambahan guru bisa melakukan revisi sesuai masukan dari murid. Juknis ini yang akan menjadi pedoman murid dalam menyambut praktik dengan penuh bersemangat. Jangan lupa selipkan motivasi agar murid semakin antusias dalam latihan. Motivasi ini akan menambah semangat agar murid seolah mengikuti kompetisi dengan penuh tantangan sehingga hasil yang diperoleh sesuai harapan.

Baca  Penggunaan HP di Sekolah Jadi Sorotan, Dewan Minta Disdik Laukan Pengawasan

Waktu yang telah disepakati telah berakhir, murid dapat mengikuti praktik sesuai bakat dan minatnya. Ada murid yang mengembangkan bakat sastra, mereka dapat menyelesaikan praktiknya yaitu menulis cerpen membaca puisi, dan menulis puisi. Ada murid yang mengembangkan bakat membaca berita sepertinya halnya membaca berita di televisi. Gaya pembacaannya dapat dimodifikasi sendiri atau mengikuti salah satu gaya pembaca berita di televisi. Ada murid yang mengembangkan menulis artikel. Murid dapat menulis sesuai strukturnya berdasarkan informasi dari internet dan dipadukan dengan hasil pengalaman sendiri. Sebelum mengumpulkan tugasnya ke guru, murid telah dibekali sebelumnya dengan pengetahuan mengecek plagiat secara daring sehingga hasil karya murni merupakan hasil karya sendiri. Ada murid yang dapat mengembangkan kemampuan bercerita. Murid dapat mengembangkan bakatnya dengan menggunakan alat bantu sehingga menambah cerita semakin seru dan asyik.

Setelah selesai serangkaian praktik tak lupa guru dapat mengetahui perasaan dan segala persiapan yang dilakukan murid dalam menyambut praktik. Apa yang menjadi kendala dan kekuatan mereka serta perasaan yang mereka rasakan selama menyambut hingga praktik. Dengan bahan refleksi ini guru akan mengevaluasi sebagai bahan tindak lanjut guna memperbaiki kinerja pembelajaran pada pembelajaran praktik ujian yang akan datang. Guru tak boleh sakit hati maupun malu belajar dari murid. Sebab, dari murid guru dapat belajar banyak hal dan membuka mata hati guru untuk menerima segala masukan murid yang luar biasa.

Baca  Timba Ilmu Penyiaran, KPID Kaltim Serahkan Kembali Siswa ke SMK TI Labbaika

Itulah serangkaian metode diferensiasi yang guru yang dilakukan selama menjalankan proses praktik bahasa Indonesia. Guru tidak lagi menjadi sentral dalam pembelajaran tapi melibatkan murid dalam proses pembelajaran. Tidak ada kata ‘repot’ bila kita sebagai guru ingin memberikan yang terbaik untuk anak didiknya. Murid dapat mengerjakan topik yang berbeda sesuai dengan minatnya. Keterampilan yang dilatih tetaplah sama yaitu murid dapat menghasilkan karya meskipun jenis dan topiknya berbeda tapi tujuan yang ingin dicapai tetaplah sama yaitu murid dapat menyelesaikan serangkaian proses praktik hingga selesai. (*)

(*) Opini penulis ini merupakan tanggung jawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi editorialkaltim.com

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Mari bergabung di Grup Telegram “editorialkaltim”, caranya klik link, https://t.me/editorialkaltimcom kemudian join. Anda harus mengistal Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Related Articles

Back to top button