
Editorialkaltim.com — Kejuaraan Daerah (Kejurda) Tapak Suci IV Pimda 159 Samarinda tidak hanya menjadi ajang pertandingan, tetapi juga difungsikan sebagai sentra pembinaan atlet Tapak Suci Samarinda. Kejuaraan ini menjadi ruang strategis untuk mencetak regenerasi pesilat sejak usia dini hingga remaja.
Kejurda yang berlangsung di Gedung Pencak Silat Polder Air Hitam, Jumat–Ahad, 23–25 Januari 2026, diarahkan untuk menumbuhkan mental juara, sportivitas, serta kecintaan terhadap Tapak Suci. Melalui kompetisi berjenjang ini, proses pembinaan atlet dilakukan secara terstruktur dan berkelanjutan.
Sebanyak 326 atlet ambil bagian dalam kejuaraan tersebut. Rinciannya, 50 atlet kategori pra usia dini (TK), 132 atlet usia dini (SD), serta 146 atlet kategori pra remaja dan remaja (SMP–SMA).
Kegiatan ini melibatkan cabang dan sekolah yang menjalin hubungan dengan Tapak Suci, para pelatih, atlet, pengurus Tapak Suci, serta kader-kader binaan Tapak Suci Samarinda. Sinergi ini membentuk ekosistem pembinaan yang kuat dan berkesinambungan.
Selain aspek prestasi, Kejurda Tapak Suci IV juga menjadi sarana pelestarian pencak silat sebagai warisan budaya bangsa serta mempererat ukhuwah dan silaturahmi antar cabang dan sekolah di Samarinda. Interaksi antarpelatih dan atlet dinilai penting dalam menjaga kualitas pembinaan.
Acara pembukaan Kejurda Tapak Suci IV dihadiri pimpinan pusat Tapak Suci dari Departemen Wasit dan Juri, Pimpinan Wilayah Tapak Suci Kalimantan Timur, serta Pimpinan Daerah Muhammadiyah Samarinda.
Ketua Panitia Kejurda Tapak Suci IV Pimda 159 Samarinda, M. Ramadhan Wiratama, menilai antusiasme peserta menjadi modal penting dalam pembinaan atlet ke depan.
“Untuk antusian peserta Alhamdulillah para peserta menyambut kegiatan ini dengan penuh semangat dan kejiwaan sehingaa kegiatan ini berjalan dengan lancar menggunakan peraturan yang bisa di bilang masih beradaptasi dengan kami pimda tapak suci 159 kota samarinda,” ujar Ramadhan kepada Editorialkaltim, Jum’at (23/1/2026).
Ia berharap kualitas kejuaraan ke depan semakin meningkat. Harapan itu untuk kegiatan pertandingan selanjutnya dapat dilakukan secara maksimal dan penuh kejiwaan, tidak hanya panitia akan tetapi para peserta pun juga mengikuti kegiatan dengan penuh semangat.
“Selanjutnya untuk kegiatan pertandingan yang akan datang saya berharap semuanya sudah bisa dilakukan secara maksimal mulai dari peraturan yang harus di adaptasi dan peserta yang dapat menembus target pencapaian,” tutupnya.(lam/ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



