KaltimSamarinda

Forum Gerakan Moral Peduli Pendidikan Kaltim Aksi di Unmul, Soroti Pilrek

Ketua Umum Laskar Pemuda Adat Dayak Kalimantan Timur-Kalimantan Utara (LPADKT-KU), A. Vendy Meru bersama dengan Forum Gerakan Moral Peduli Pendidikan Kalimantan Timur (Foto: Editorialkaltim/Adryan)

Editorialkaltim.com – Forum Gerakan Moral Peduli Pendidikan Kalimantan Timur menggelar aksi di depan gerbang Kampus Universitas Mulawarman (Unmul) Gunung Kelua, Samarinda, Kamis (1/10/2026). Massa menyampaikan sejumlah pertanyaan terkait proses Pemilihan Rektor Unmul periode 2026–2030.

Forum tersebut terdiri dari tokoh agama, masyarakat, seni dan budaya, akademisi, kepala adat, mahasiswa, pemuda, serta perwakilan lima kesultanan di Kaltim.

Mereka menyoroti mekanisme pemilihan rektor, terutama porsi 35 persen suara Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Dalam pemilihan akhir, porsi tersebut setara 48 suara setelah 90 dari 91 anggota senat hadir. Total suara dalam pemilihan mencapai 138 suara. (ANTARA News)

Baca  Disdag Samarinda Percepat Distribusi Kios Pasar Pagi, 129 Pedagang Masuk Tahap V

Perwakilan Forum Gerakan Moral Peduli Pendidikan Kaltim sekaligus Ketua Umum Laskar Pemuda Adat Dayak Kalimantan Timur-Kalimantan Utara (LPADKT-KU) A. Vendy Meru mengatakan aksi digelar untuk meminta transparansi terkait mekanisme pemilihan.

Vendy menduga terdapat intervensi dalam proses tersebut. Dugaan itu muncul setelah melihat perubahan perolehan suara antara tahap penyaringan dan pemilihan akhir.

“Artinya ada intervensi dari kementerian,” ungkap Vendy.

Dalam tahap penyaringan, Abdunnur memperoleh 65 suara, sedangkan Rudianto Amirta meraih 24 suara. Sementara dalam pemilihan akhir, Rudianto memperoleh 74 suara dan Abdunnur mengantongi 64 suara. Fahrul Agus tidak memperoleh suara. (ANTARA News)

Baca  Beseprah Erau Kutai Perkuat Kesetaraan Pemimpin dan Rakyat

Vendy mempertanyakan perubahan perolehan suara tersebut, terutama terkait distribusi 48 suara yang menjadi porsi kementerian. Forum meminta mekanisme dan dasar penggunaan suara kementerian dijelaskan secara terbuka.

“Bagaimana ceritanya suara 65 dikalahkan suara 24,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Senat Unmul Haviluddin sebelumnya menjelaskan komposisi pemilihan terdiri dari 65 persen suara senat dan 35 persen suara kementerian. Ia menyebut proses pemilihan berlangsung transparan, akuntabel, dan sesuai ketentuan yang berlaku. (ANTARA News)

Vendy mengatakan pihaknya sebelumnya telah mengirim surat ke kementerian untuk meminta kejelasan terkait proses Pilrek Unmul. Forum juga meminta agar proses pemilihan terbebas dari kepentingan politik.

Baca  Maswedi Sebut Perlu Libatkan Pemuda dalam Pembangunan di Samarinda

“Jangan sampai ada partai yang mengintervensi pemilihan rektor,” tegasnya.

Forum memastikan akan terus memantau perkembangan setelah pemilihan rektor. Mereka juga memberi tenggat waktu bagi pihak terkait untuk merespons aspirasi yang telah disampaikan.

“Kalau satu sampai tiga hari tidak ada respons, kami akan melakukan aksi yang sama,” pungkasnya. (adr/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button