BalikpapanKaltim

Evaluasi Haji 2026 Soroti Istitha’ah Lansia

Asrama Haji Balikpapan (Foto: Editorialkaltim/Adryan)

Editorialkaltim.com – Evaluasi penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi menyoroti tingginya jumlah jemaah lanjut usia (lansia) yang berangkat melalui Embarkasi Haji Balikpapan. Kondisi ini menjadi perhatian Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kalimantan Timur, terutama terkait pemenuhan syarat istitha’ah atau kemampuan menjalankan ibadah secara mandiri.

Plt Kepala Kanwil Kemenhaj Kaltim Taty Suryani mengungkapkan, pada kloter terakhir Embarkasi Haji Balikpapan terdapat sekitar 200 jemaah lansia dari total 360 orang. Sebagian di antaranya menggunakan kursi roda dan memerlukan pendamping selama menjalani rangkaian ibadah.

“Lansia memiliki risiko kesehatan lebih tinggi, seperti diabetes, jantung, maupun tekanan darah. Sementara rangkaian ibadah haji membutuhkan tenaga yang cukup besar,” ujar Taty, Rabu (15/7/2026).

Baca  DPRD Kukar Soroti Tingginya Angka Depresi di Kalimantan Timur

Menurutnya, tingginya jumlah jemaah lansia menjadi catatan penting dalam evaluasi penyelenggaraan haji tahun ini. Ke depan, penilaian istitha’ah dinilai perlu diperkuat agar tidak hanya berfokus pada kondisi kesehatan, tetapi juga kemampuan jemaah menjalankan ibadah secara mandiri.

“Ke depan istitha’ah bukan hanya dilihat dari kesehatan, tetapi juga kemampuan kemandirian jemaah dalam melaksanakan ibadah. Ini penting agar seluruh rangkaian ibadah bisa terlaksana dengan baik,” katanya.

Baca  Gubernur Kaltim Minta ASN Jangan Hanya Kerja Sesuai Text Book

Taty menjelaskan, masih ditemukan jemaah yang harus mendapat bantuan karena kondisi fisik, mulai dari penggunaan kursi roda hingga pendampingan selama menjalankan prosesi haji. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam pelayanan, mengingat ibadah haji menuntut aktivitas fisik yang cukup berat.

Istitha’ah merupakan syarat wajib bagi calon jemaah haji yang mencakup kemampuan finansial, fisik, mental, serta bekal ilmu untuk melaksanakan ibadah tanpa membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

Ia menilai, dominasi jemaah lansia tidak terlepas dari panjangnya masa tunggu keberangkatan haji. Akibatnya, banyak calon jemaah baru memperoleh kesempatan berangkat saat usia mereka sudah memasuki kategori lanjut.

Baca  Pemkot Samarinda Sambut Investor Pirolisis, Wali Kota Minta Paparan Teknis Lebih Rinci

Pada musim haji 2026, Embarkasi Haji Balikpapan melayani keberangkatan dan kepulangan jemaah dari empat provinsi, yakni Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Utara. Karena itu, pelayanan ekstra diberikan untuk memastikan seluruh jemaah, terutama kelompok rentan, dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman. (adr/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button