
Editorialkaltim.com – Komisi II DPRD Kota Samarinda menilai program yang dijalankan Dinas Perikanan dan Peternakan sepanjang 2026 lebih banyak memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Bantuan sarana produksi hingga dukungan budidaya dinilai menjadi bukti anggaran dapat dirasakan oleh nelayan dan pelaku usaha perikanan.
Penilaian tersebut disampaikan dalam rapat dengar pendapat membahas Laporan Realisasi Kegiatan dan Keuangan Triwulan II sekaligus Rencana Kegiatan dan Anggaran (RKA) Tahun 2027 di Ruang Rapat Gabungan Lantai 1 DPRD Samarinda, Rabu (24/6/2026).
Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi, mengatakan realisasi fisik Dinas Perikanan dan Peternakan telah mencapai sekitar 47,5 persen, sedangkan realisasi keuangan berada di kisaran 42 persen hingga triwulan kedua.
“Secara umum bagus, realisasi kegiatannya sudah sekitar 47,5 persen dan keuangan juga sudah 42 persen. Ini menunjukkan kinerjanya cukup baik,” katanya.
Menurut Iswandi, capaian tersebut tidak hanya terlihat dari angka serapan anggaran, tetapi juga dari program yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Ia mencontohkan bantuan alat produksi, pakan budidaya, hingga berbagai dukungan untuk sektor perikanan yang dinilai mampu meningkatkan produktivitas masyarakat.
“Kalau saya lihat, kegiatan mereka lebih banyak yang langsung berdampak ke masyarakat, seperti bantuan alat produksi dan pakan budidaya,” ujarnya.
Iswandi menegaskan besarnya anggaran bukan menjadi tolok ukur utama keberhasilan sebuah program. Yang terpenting, anggaran mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Bukan soal besar kecilnya anggaran. Kalau kecil tapi bermanfaat, itu bagus. Tapi kalau besar dan tidak berdampak, buat apa,” tegasnya.
Dalam pembahasan RKA 2027, Komisi II juga mencermati adanya penurunan usulan anggaran Dinas Perikanan dan Peternakan dari sekitar Rp14,7 miliar menjadi Rp12,9 miliar.
Menurutnya, DPRD akan menelusuri pos-pos anggaran yang mengalami pengurangan, terutama jika berkaitan dengan program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
“Kami akan cek, apakah anggaran yang dipotong itu yang langsung bersentuhan dengan masyarakat. Kalau iya, tentu akan kami pertanyakan,” ungkapnya.
Selain itu, Iswandi menekankan pentingnya setiap organisasi perangkat daerah memiliki data yang kuat untuk mempertahankan program yang diusulkan, termasuk menunjukkan dampak nyata terhadap peningkatan ekonomi warga.
Komisi II DPRD Samarinda juga memberikan apresiasi terhadap pembangunan fasilitas cold storage yang dinilai memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas hasil tangkapan nelayan. Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan mampu memperpanjang masa simpan ikan, meningkatkan nilai jual hasil tangkapan, sekaligus mendorong pertumbuhan pendapatan daerah.
DPRD Samarinda memastikan akan terus mengawal pembahasan anggaran agar setiap program yang dijalankan tetap berpihak pada kepentingan masyarakat dan mampu memperkuat sektor perikanan sebagai salah satu penopang ekonomi lokal. (sal/ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



