
Editorialkaltim.com – Persiapan menikah tidak cukup hanya mengurus administrasi dan kebutuhan pesta. Calon pengantin di Samarinda juga perlu memahami kesehatan reproduksi hingga menentukan waktu memiliki anak. DPRD Samarinda pun mendorong pemerintah memperkenalkan program Keluarga Berencana (KB) sebelum pasangan resmi membangun rumah tangga.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda Sri Puji Astuti menilai pembekalan tersebut penting untuk membantu pasangan mengambil keputusan terkait kehamilan dan jarak kelahiran. Menurutnya, pemahaman sejak dini dapat menjadi bekal membangun keluarga yang lebih terencana.
“Calon pengantin sebaiknya memperoleh pengetahuan tentang KB sebelum menikah agar lebih siap menentukan waktu kehamilan dan merencanakan kehidupan keluarga,” ujarnya, Selasa (6/10/2026).
Sri Puji menyebut puskesmas dapat mengambil peran dalam memberikan layanan konsultasi kepada pasangan yang akan menikah. Melalui fasilitas kesehatan tersebut, masyarakat bisa mengenali berbagai metode kontrasepsi sekaligus memahami manfaat pengaturan jarak kelahiran.
Ia mengingatkan keputusan memiliki keturunan berkaitan dengan kesiapan fisik, kondisi ekonomi, serta kemampuan pasangan memenuhi kebutuhan anak.
Selain kesiapan calon pengantin, Sri Puji menyoroti keterlibatan laki-laki dalam menjalankan program KB. Ia menilai urusan mengatur kelahiran masih sering dianggap sebagai tanggung jawab perempuan semata.
Padahal, keputusan menentukan jumlah anak membutuhkan kesepakatan suami dan istri. Karena itu, pendekatan edukasi juga harus mampu menjangkau kelompok laki-laki.
“Suami perlu dilibatkan sejak awal karena keputusan memiliki anak dan mengatur jarak kelahiran harus menjadi kesepakatan bersama dalam rumah tangga,” katanya.
Menurut Sri Puji, mengubah cara pandang masyarakat membutuhkan sosialisasi yang konsisten. Apalagi, meningkatkan keikutsertaan warga dalam program KB masih menghadapi sejumlah tantangan.
Ia berharap informasi yang disampaikan petugas kesehatan tidak hanya berfokus kepada perempuan, tetapi turut memberikan ruang konsultasi bagi calon suami.
“Kesadaran masyarakat perlu terus dibangun melalui edukasi yang tepat agar pasangan memahami manfaat perencanaan keluarga bagi kehidupan mereka ke depan,” imbuhnya.
Sri Puji menegaskan pembekalan sebelum menikah merupakan langkah penting untuk meningkatkan kesiapan pasangan menghadapi kehidupan berkeluarga. Pemahaman tersebut diharapkan membantu masyarakat merencanakan kehamilan secara bertanggung jawab sekaligus menjaga kesehatan ibu dan anak.(adr/ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



