KaltimSamarinda

Disnaker Dorong Kemandirian dan Keterampilan Penyandang Disabilitas di Samarinda

Pelatihan yang digelar oleh Disnaker Samarinda (Foto: Editorialkaltim/doc)

Editorialkaltim.com – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Samarinda terus mendorong peningkatan keterampilan dan kemandirian ekonomi penyandang disabilitas. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui pelatihan kerja inklusif di bidang budi daya hidroponik.

Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja, Perluasan Kerja, dan Transmigrasi Disnaker Kota Samarinda, Waode Rosliani, menyampaikan pelatihan tersebut dirancang untuk memperluas kesempatan bagi penyandang disabilitas dalam mengembangkan kompetensi sekaligus meningkatkan kepercayaan diri.

Dia mengungkapkan, ketentuan dalam Undang-Undang (UU) Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas telah disosialisasikan. Menurutnya, keterbatasan yang dihadapi penyandang disabilitas tidak serta-merta menjadi hambatan untuk memperoleh kesempatan yang sama dengan masyarakat nondisabilitas.

Baca  Polda Kaltim Ungkap Minyakita Disunat di Pasaran

Waode menjelaskan, pemilihan hidroponik sebagai materi pelatihan didasarkan pada tingginya minat masyarakat terhadap keterampilan tersebut.

“Makanya, kami berupaya menyediakan pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan dan permintaan calon peserta,” ungkapnya kepada awak media melalui sambungan telepon, Senin (19/10/2026).

Pada awal pelaksanaannya, pelatihan hidroponik tersebut diikuti 16 peserta, termasuk penyandang disabilitas. Namun, Waode menyebutkan sejumlah peserta penyandang disabilitas kemudian mengundurkan diri karena kendala tertentu.

Baca  Kaltim Gencarkan Kampanye Hentikan Buang Air Besar Sembarangan

Pelatihan ini berlangsung selama 16 hari dan dilanjutkan dengan uji kompetensi selama dua hari.

“Program ini tidak hanya memberikan pengetahuan dasar, tetapi juga membekali peserta dengan keterampilan praktis hingga dapat mengikuti proses sertifikasi,” ucap Waode.

Selain hidroponik, terdapat berbagai pilihan keterampilan yang dapat dikembangkan oleh penyandang disabilitas, di antaranya bahasa isyarat, pemasaran digital, dan pembuatan kue.

Baca  Sani Dorong Politik Berintegritas di Samarinda

Peserta yang dinyatakan kompeten akan memperoleh sertifikat dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) melalui Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP).

“Kita harapkan teman-teman yang sudah mendapatkan sertifikat ini bisa membuka peluang usaha,” tutup Waode. (ADV)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button