Samarinda

Dewan Minta Pemkot Perhatikan Pemeliharaan Museum Samarinda

Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Ahmat Sopian Noor.(qon/editorialkaltim.com).

Editorialkaltim.com – Museum Samarinda yang berada di dalam satu area Taman Samarendah, diresmikan pada 2020 lalu. Museum yang dibangun pada 2017 ini menjadi salah satu museum yang dapat dinikmati oleh masyarakat umum. Namun, sampai saat ini museum masih memiliki beberapa kendala salah satunya kurangnya koleksi barang-barang antik dan bersejarah.

Sudah menjadi tugas Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda untuk membenahi dan terus menambah fasilitas-fasilitas serta koleksi barang-barang bersejarah di dalam museum untuk dapat menarik banyak pengunjung dari waktu ke waktu. Dengan begitu, pengunjung juga dapat belajar tentang sejarah Samarinda maupun Kalimantan Timur.

Baca  Apresiasi Peningkatan APBD-P Samarinda 2023, Helmi Abdullah: Harus Tepat Sasaran

Melihat kondisi tersebut Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Ahmat Sopian Noor meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota untuk melakukan pemeliharaan terhadap Museum Samarendah. Dengan tujuan untuk menjadi wadah edukasi bagi generasi muda dalam mengetahui sejarah dan kebudayaan Samarinda bahkan Kalimantan Timur.

“Mengenai pemeliharaan Museum Kota Samarinda, yang mana ini juga menjadi wadah kita untuk melihat sejarah Kota Samarinda sedikit banyak nya ada di situ. Kemudian juga dalam rangka pembelajaran dan juga peningkatan motivasi generasi muda kita, agar mengerti dengan budaya dan yang terutama kearifan lokal kita, budaya Nasional dan budaya tetangga Negara kita,” kata Sopian.

Baca  Komisi II DPRD Samarinda Soroti Keadilan dalam Penertiban Kampanye

Dirinya memaparkan, dalam melakukan perawatan dan pemeliharaan museum samarendah secara tidak langsung mendorong kemajuan Kebudayaan yang merupakan salah satu program dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda.

“Banyak sebenarnya jalannya, kita harap itu hanya tinggal inovasi daripada para penyelenggara eksekutif kita, terutama instansi terkait atau OPD terkait. Jadi bagaimana mereka bisa membuat inovasi yang bagus, inovasi yang menyesuaikan dengan perkembangan zaman, yang mana sekarang era Digitalisasi, era Media Sosial, dan era Globalisasi,” jelasnya.

Politisi Golkar ini berharap Disdikbud mampu memberikan inovasi-inovasi baru untuk menampilkan kebudayaan Samarinda dengan menyesuaikan perkembangan pada saat ini, jangan sampai minat masyarakat yang berkunjung ke museum berkurang karena Disdikbud tidak mampu mengembangkan kreativitas dalam mempromosikan museumnya.

Baca  Bangun Perumahan Rugikan Masyarakat, Samri: Izin Bisa di Cabut

“Tidak hanya Disdikbud saja yang perlu melakukan inovasi, tetapi dari lembaga-lembaga kesenian juga dapat turut ikut serta dalam memperkenalkan budaya Samarinda,” tutupnya.

[QON | NFA | ADV]

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Mari bergabung di Grup Telegram “editorialkaltim”, caranya klik link, https://t.me/editorialkaltimcom kemudian join. Anda harus mengistal Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button