KaltimSamarinda

Calon Wali Kota Samarinda Pilih Fokus Kerja

Calon Wali Kota Samarinda, Helmi Abdullah (Foto: Editorialkaltim/Adryan)

Editorialkaltim.com – Ketua DPRD Samarinda Helmi Abdullah mengamini hasil konsolidasi DPC Partai Gerindra Samarinda yang mengusung dirinya sebagai calon Wali Kota Samarinda pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2029. Meski demikian, ia menegaskan saat ini memilih fokus bekerja dan membangun komunikasi dengan masyarakat.

Menurut Helmi, kontestasi pemilihan kepala daerah berbeda dengan pemilihan legislatif. Jika pemilihan legislatif hanya berfokus di daerah pemilihan tertentu, calon kepala daerah harus memperoleh dukungan masyarakat di seluruh wilayah Kota Samarinda.

“Wacana teman-teman saya amini. Tapi saya bilang begini, kalau kita maju calon wali kota maka kita kerja saja dulu, sosialisasi ke masyarakat. Karena biasanya di partai kami melihat survei. Artinya kalau saya mau maju, saya kerja dulu supaya DPP dan DPD bisa melihat saya serius atau tidak,” ujarnya usai rapat konsolidasi DPC Partai Gerindra Samarinda di HARRIS Hotel Samarinda, Jumat (5/6/2026).

Baca  Anggota DPRD Samarinda Pesimis, Andalalin dan Pembebasan Lahan Proyek Terowongan Belum Klir 

Ia menjelaskan, modal utama untuk maju sebagai kepala daerah adalah kerja nyata di tengah masyarakat. Karena itu, sosialisasi dan penguatan organisasi hingga tingkat akar rumput menjadi langkah yang harus dilakukan sejak awal.

Helmi juga optimistis sistem pemilihan kepala daerah tetap dilakukan secara langsung. Menurutnya, pendekatan kepada masyarakat melalui sosialisasi dan pengenalan figur menjadi faktor penting untuk meningkatkan elektabilitas.

Baca  Safari Ramadan Muara Jawa Tengah Perkuat Silaturahmi Antarwarga

“Kalau memang ingin maju, ya harus kerja dulu. Sosialisasi kepada masyarakat itu penting karena kepala daerah dipilih langsung oleh rakyat,” katanya.

Meski belum memiliki pengalaman di jabatan eksekutif, Helmi menilai pengalamannya di dunia politik dapat menjadi bekal. Ia mengaku beberapa kali menjadi ketua tim pemenangan dalam pemilihan wali kota Samarinda.

Menurutnya, tantangan dalam pemilihan kepala daerah jauh lebih besar dibandingkan pemilihan legislatif karena membutuhkan dukungan pemilih dari seluruh wilayah Kota Samarinda.

“Ditanya pengalaman legislatif kita punya pengalaman, cuma itu tidak perlu suara banyak. Contohnya di dapil saya itu butuh 3.000 suara, paling maksimal 5.000. Kebetulan saya kemarin dapat 6.000. Tapi kalau berbicara kepala daerah, tentu berbeda karena cakupannya seluruh Kota Samarinda,” ungkapnya.

Baca  DPRD Kukar Apresiasi Suksesnya Pelaksanaan Pilkada dengan Partisipasi Pemilih Tinggi

Kendati demikian, ia mengakui banyak kader Gerindra yang memiliki potensi untuk maju sebagai kepala daerah. Helmi mengapresiasi hal tersebut. Namun, sebagai kader partai, ia menyatakan siap mendukung hasil konsolidasi yang telah disepakati.

“Jadi saya bilang kita kerja saja sambil membenahi kepengurusan anak ranting kita, sosialisasi. Dan kalau memang mau menjual saya, ya kita pelan-pelan promosikan,” tegasnya. (adr/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button