RagamTech

Banyak Pengguna iPhone Ogah Update iOS 26, Waspada Risiko Spyware

Ilustrasi iOs 26 (Foto: Istimewa)

Editorialkaltim.com — Meski sudah dirilis sejak September 2025, sistem operasi terbaru iPhone, iOS 26, masih belum banyak digunakan. Banyak pengguna iPhone memilih bertahan di versi lama dan enggan melakukan pembaruan, kondisi yang dinilai berisiko terhadap keamanan data pribadi.

Data pihak ketiga menunjukkan mayoritas pengguna iPhone masih menggunakan iOS 18 yang dirilis pada 2024. Laporan Forbes mengutip data Statcounter yang mencatat sekitar 50 persen pengguna iPhone belum beralih ke iOS 26.

“iOS 26 masih kesulitan mendapatkan popularitas di kalangan pengguna iPhone,” tulis Cult of Mac, seperti dikutip Forbes, Kamis (15/1/2026). Rendahnya tingkat adopsi ini membuat jutaan perangkat iPhone masih berada dalam kondisi rentan.

Baca  Penjualan Apple Tembus Rp 50 Triliun di Indonesia, Pemerintah Tuntut Investasi Lebih

Padahal, iOS 26 telah tersedia hampir empat bulan. Namun, berdasarkan data Statcounter, pengguna yang melakukan pembaruan ke sistem operasi tersebut tak lebih dari 15 persen. Rinciannya, 10,74 persen telah menggunakan iOS 26.1 dan hanya 1,97 persen yang meng-update ke iOS 26.2.

Angka ini jauh tertinggal dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Saat iOS 18 dirilis, lebih dari 60 persen pengguna iPhone tercatat telah menggunakan versi terbaru. Jumlah tersebut hampir empat kali lipat dibandingkan tingkat adopsi iOS 26 saat ini.

Sikap enggan memperbarui sistem operasi ini dinilai berbahaya. Apple menegaskan pembaruan iOS terbaru dirancang untuk menutup celah keamanan yang kerap dimanfaatkan spyware untuk menyusup ke perangkat pengguna.

Baca  Menko Luhut: Apple Tertarik Investasi Kembangkan Kecerdasan Buatan di IKN

Spyware merupakan perangkat lunak berbahaya yang dapat memata-matai aktivitas pengguna secara diam-diam. Malware ini mampu mencuri data sensitif seperti informasi login, perbankan, hingga membuka peluang pencurian identitas tanpa sepengetahuan pemilik perangkat.

Analis keamanan memperkirakan ratusan juta pengguna iPhone berisiko menjadi target serangan jika terus menunda pembaruan. Apple pun mendorong pengguna segera beralih ke iOS 26 sebagai langkah perlindungan paling efektif dari ancaman tersebut.

Ancaman itu terbukti nyata setelah pengembang spyware berbayar dilaporkan berhasil mengeksploitasi celah keamanan serius di iPhone. Meski Apple telah menutup dua celah tersebut menjelang libur akhir tahun lalu, data terbaru menunjukkan sebagian besar iPhone masih rentan karena belum melakukan pembaruan sistem operasi.

Baca  Menperin Ancam Cabut Izin Edar Iphone Cs Jika Tak Penuhi Komitmen Investasi

“Tidak ada solusi alternatif atau perilaku pengguna yang secara signifikan dapat mengurangi risiko ini,” ujar Darren Guccione dari Keeper Security.

Ia menegaskan pembaruan sistem operasi merupakan pertahanan paling efektif. Setelah patch dirilis, celah keamanan justru semakin mudah dimanfaatkan oleh penyerang yang menargetkan pengguna yang menunda update.(ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button