
Editorialkaltim.com – Kontingen Muhammadiyah Kalimantan Timur mulai memantapkan kesiapan menghadapi ajang The 1st Muhammadiyah Games 2026 yang berlangsung 12-23 Mei 2026 di Yogyakarta, Surakarta, dan Purwokerto. Sebanyak 53 atlet serta ofisial dipastikan membawa nama Kaltim dalam kompetisi olahraga tingkat nasional perdana tersebut.
Salah satu atlet muda yang ikut memperkuat kontingen ialah siswi MTs Muhammadiyah 1 Samarinda, Aisyah Dhewi Nafisah. Pelajar kelas 8 tersebut akan turun membela cabang olahraga pencak silat Tapak Suci.
Kepada Editorialkaltim.com, Sabtu (9/5/2026), di Samarinda, Aisyah mengaku terus menjalani latihan rutin demi tampil maksimal dalam kejuaraan nasional tersebut. Ia menilai persiapan fisik dan mental menjadi kunci penting menghadapi persaingan antar atlet Muhammadiyah se-Indonesia.
“Persiapan saya latihan rutin, menjaga fisik, meningkatkan disiplin, memperkuat mental, serta menjaga fokus agar tampil maksimal nanti,” ujarnya.
Menurut Aisyah, Muhammadiyah Games bukan sekadar ajang pertandingan biasa. Kompetisi tersebut menjadi kesempatan berharga menambah pengalaman sekaligus mengasah kemampuan sebagai atlet Tapak Suci.
Ia juga merasa bangga dapat mewakili Kalimantan Timur bersama atlet lain dari berbagai daerah seperti Samarinda, Balikpapan, hingga Tenggarong. Kontingen Kaltim sendiri bakal tampil dalam empat cabang olahraga, yakni panahan, atletik, bulu tangkis, serta pencak silat Tapak Suci.
“Ajang ini sangat penting untuk menambah pengalaman bertanding sekaligus mengembangkan kemampuan diri sebagai atlet Tapak Suci muda,” katanya.
Selain memburu pengalaman, Aisyah menegaskan target utama dalam Muhammadiyah Games tentu meraih hasil terbaik. Ia ingin memberikan penampilan maksimal demi mengharumkan nama sekolah dan daerah.
“Target saya ingin meraih juara, memberikan penampilan terbaik, serta membawa nama Kalimantan Timur semakin dikenal nasional,” tuturnya.
Bagi Aisyah, pencak silat bukan hanya olahraga bela diri. Ia menyebut Tapak Suci telah membentuk karakter disiplin, keberanian, dan rasa tanggung jawab sejak mulai aktif berlatih.
“Pencak silat mengajarkan disiplin, membangun keberanian, memperkuat karakter, serta membentuk rasa tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari,” ucapnya.
Ia juga menilai Muhammadiyah Games memiliki suasana berbeda dibanding kompetisi lain. Menurutnya, ajang tersebut menonjolkan sportivitas, persaudaraan, dan semangat kebersamaan antar kader muda Muhammadiyah.
“Muhammadiyah Games berbeda karena menjunjung sportivitas, mempererat persaudaraan, serta menghadirkan semangat kebersamaan antar pemuda Muhammadiyah,” tutupnya.(ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



