Penajam Paser Utara

Pemkab PPU Gandeng Bulukumba Buka Jalur Pasokan dan Pasar Hasil Pertanian

Penandatanganan dua kesepakatan dalam rangkaian pembukaan Festival Pinisi 2026 di Pantai Merpati, Kabupaten Bulukumba (ist)

Editorialkaltim.com – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) memperluas jaringan perdagangan antardaerah dengan menggandeng Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Kerja sama tersebut diarahkan untuk memperlancar pasokan komoditas sekaligus membuka pasar yang lebih luas bagi produk unggulan dan hasil pertanian dari kedua daerah.

Penguatan kerja sama ditandai dengan penandatanganan dua kesepakatan dalam rangkaian pembukaan Festival Pinisi 2026 di Pantai Merpati, Kabupaten Bulukumba, Kamis (15/10/2026). Kegiatan dihadiri Bupati PPU Mudyat Noor, Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf, perwakilan Kementerian Pariwisata, para bupati se-Sulawesi Selatan serta jajaran perangkat daerah.

Kerja sama pertama melibatkan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan PPU dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Bulukumba. Kolaborasi tersebut secara khusus mengatur fasilitasi perdagangan antardaerah dan pasokan komoditas.

Baca  187 Pegawai PPPK di PPU Terima SK Pengangkatan

Skema itu diharapkan membuat distribusi komoditas antara PPU dan Bulukumba lebih terarah. Selain membantu menjaga kelancaran pasokan, terbukanya jalur perdagangan antardaerah juga memberikan peluang bagi produk lokal untuk menjangkau konsumen di luar wilayah asalnya.

Sementara kerja sama kedua dilakukan Dinas Pertanian PPU bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bulukumba. Fokusnya pada pengembangan dan pemasaran hasil pertanian, termasuk memperluas jaringan distribusi serta mendorong kemitraan antarpelaku usaha di sektor tersebut.

Bupati PPU Mudyat Noor menilai kerja sama antardaerah perlu diarahkan pada hubungan yang saling melengkapi. Potensi komoditas yang dimiliki masing-masing wilayah dapat dipertemukan dengan kebutuhan pasar sehingga menghasilkan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Baca  Pelepasan Siswa Prakerin SMKN 15 Samarinda, KPID Kaltim Tawarankan MoU

“Potensi yang dimiliki masing-masing daerah tentu akan lebih optimal apabila kita membuka ruang kolaborasi. Harapannya, kerja sama ini memberikan keuntungan bagi kedua daerah, terutama dalam memperluas perdagangan dan pemasaran produk unggulan,” ujar Mudyat.

Menurutnya, hubungan historis masyarakat Kalimantan dan Sulawesi turut menjadi modal dalam memperkuat kemitraan. Kedekatan tersebut diharapkan dapat dikembangkan menjadi hubungan ekonomi yang lebih konkret, mulai dari perdagangan komoditas hingga kerja sama sektor produktif lainnya.

Bagi sektor pertanian, perluasan jaringan pemasaran menjadi penting agar peningkatan produksi turut diikuti kepastian pasar. Kerja sama dengan Bulukumba diharapkan membuka kesempatan bagi petani maupun pelaku usaha PPU untuk membangun jaringan distribusi baru sekaligus meningkatkan nilai tambah produk.

Baca  Disdukcapil PPU Hitung Anggaran Layanan Adminduk di IKN

Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf juga menempatkan Festival Pinisi sebagai ruang kolaborasi yang tidak hanya berkaitan dengan pelestarian budaya. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum menggerakkan pariwisata, ekonomi kreatif, UMKM serta membangun hubungan ekonomi dengan daerah lain.

Pemkab PPU berharap dua kerja sama tersebut segera ditindaklanjuti melalui program yang terukur. Pemetaan komoditas, kebutuhan pasokan hingga peluang pasar menjadi penting agar kesepakatan tidak berhenti pada dokumen, tetapi benar-benar menghasilkan transaksi dan manfaat ekonomi bagi petani, UMKM serta pelaku usaha di PPU dan Bulukumba. (Adv/Rir)

Related Articles

Back to top button