Sunggono Ingatkan Perusahaan di Kukar Jaga Kepercayaan Lewat Pengelolaan Profesional


Editorialkaltim.com – Kepercayaan masyarakat dan mitra bisnis menjadi modal penting bagi perusahaan untuk mempertahankan kegiatan usahanya. Karena itu, pengelolaan yang terbuka dan bertanggung jawab perlu mendapat perhatian serius dari para pelaku usaha di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Sekretaris Daerah Kukar, H. Sunggono, menyoroti persoalan tersebut setelah mengikuti Focus Group Discussion (FGD) mengenai tata kelola korporasi dan kepatuhan terhadap ketentuan hukum, Rabu (21/10/2026).
Diskusi yang diselenggarakan di Aula Kantor Kejaksaan Negeri Kutai Kartanegara, Tenggarong, itu membahas sejumlah tantangan yang dihadapi perusahaan, termasuk potensi penyalahgunaan kewenangan dan lemahnya pengawasan organisasi.
Menurut Sunggono, kualitas pengelolaan perusahaan dapat dilihat dari cara manajemen mengambil keputusan dan mempertanggungjawabkan kebijakan yang dijalankan.
Proses bisnis yang dilaksanakan secara terbuka dinilai penting untuk menjaga hubungan dengan berbagai pihak. Selain itu, perusahaan perlu memastikan setiap kebijakan memiliki dasar yang jelas dan tidak dipengaruhi kepentingan pribadi.
“Setiap keputusan bisnis harus dilakukan secara objektif, profesional, dan mengutamakan kepentingan perusahaan serta pemangku kepentingan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” katanya.
Sunggono menjelaskan, profesionalisme tidak cukup hanya diwujudkan melalui pencapaian target bisnis. Perusahaan juga perlu membangun sistem kerja yang menjamin adanya pengawasan dan pertanggungjawaban.
Pengelolaan organisasi yang terukur dapat membantu manajemen mengenali persoalan sejak awal. Dengan demikian, risiko yang berpotensi mengganggu kegiatan perusahaan dapat diminimalkan.
Ia turut menyinggung pentingnya penerapan Good Corporate Governance (GCG) sebagai pedoman dalam menjalankan kegiatan usaha.
Prinsip tersebut mencakup keterbukaan informasi, kejelasan tanggung jawab, kemandirian pengambilan keputusan, serta perlakuan yang adil terhadap pihak-pihak terkait.
“Penerapan prinsip GCG yang mencakup transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, serta kewajaran dan kesetaraan diharapkan dapat memperkuat fondasi dunia usaha di Kukar agar semakin profesional dan mampu menghadapi tantangan bisnis,” ujarnya.
Sunggono berharap pelaku usaha semakin memahami pentingnya membangun sistem manajemen yang dapat dipercaya. Penerapan standar pengelolaan yang baik juga diharapkan mampu memperkuat posisi perusahaan dalam menghadapi persaingan.(ndi)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.



