KaltimSamarinda

Tiap Kelurahan di Kecamatan Sambutan Samarinda Kini Punya Bank Sampah

Camat Sambutan, Norbaiti Zarta (Foto: Editorialkaltim/doc)

Editorialkaltim.com – Lima kelurahan di Kecamatan Sambutan, Samarinda, yakni Sambutan, Sungai Kapih, Makroman, Pulau Atas, dan Sindang Sari, kini telah memiliki bank sampah. Pengelolaannya dilakukan kader dan masyarakat setempat.

Hal itu disampaikan Camat Sambutan, Norbaiti Zarta. Ia mengatakan keberadaan bank sampah menjadi salah satu upaya Kecamatan Sambutan untuk mengurangi sampah rumah tangga yang berakhir di tempat penampungan sementara (TPS). Meski pemilahan dan pengolahan sampah mulai dilakukan warga, sampah plastik masih ditemukan menumpuk di sejumlah TPS.

Menurutnya, bank sampah di masing-masing kelurahan tersebut menampung sampah yang memiliki nilai guna, seperti kardus, wadah telur, botol plastik, dan berbagai jenis plastik lainnya untuk disalurkan ke bank sampah binaan.

Baca  Bangun Semangat Kebangsaan, Encik Wardani Gelar Soswabang

“Kami punya inovasi untuk sampah di rumah (warga). Itu dikumpulkan berupa kardus, tempat piring telur, plastik, botol plastik. Itu kami kumpulkan dan kami sumbangkan kepada bank sampah binaan kami,” ungkap Norbaiti kepada awak media, Jumat (16/10/2026).

Selain sampah anorganik, kata Norbaiti, masyarakat juga mulai mengolah sampah basah menjadi kompos. Pihak kelurahan turut membina pengelola bank sampah untuk mendorong pemilahan sampah makanan dan plastik sebelum dibuang atau diolah lebih lanjut.

Namun, upaya tersebut belum menjangkau seluruh rumah tangga. Ia mengakui pihak kecamatan belum dapat memastikan tingkat pengurangan sampah secara menyeluruh. Sebab, sebagian warga masih membuang sampah, terutama plastik, ke TPS.

Baca  Taman Bebaya Akan Jadi Sentra UMKM, Laila Soroti Pendataan dan Inovasi Pelaku Usaha

“Seberapa banyak pengurangannya, saya tidak bisa menyebutkan jumlahnya. Tapi ada pengurangan yang saya pantau melalui grup pengelolaan sampah di setiap kelurahan,” jelas Norbaiti.

Sementara itu, Kecamatan Sambutan juga melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap pengelolaan bank sampah. Pada Juli hingga Agustus 2026, kegiatan tersebut mencakup Bank Ramah Lingkungan (Ramli) Berseri di Kelurahan Sambutan serta sejumlah unit Bank Ramli di Kelurahan Sungai Kapih.

Keberadaan unit-unit tersebut menunjukkan pengelolaan sampah berbasis masyarakat telah menjadi bagian dari kegiatan lingkungan di wilayah tersebut. Meski demikian, data mengenai jumlah bank sampah aktif, jumlah nasabah, serta volume sampah yang berhasil diolah belum dapat dipastikan.

Baca  Bappeda Kaltim Gelar Integrasi Data Ketahanan Nasional, Libatkan 23 SKPD

Menurut Norbaiti, keterlibatan kader dan warga menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan program. Pihaknya berharap kebiasaan memilah sampah dari rumah semakin meluas sehingga jumlah sampah yang dibawa ke TPS dapat berkurang.

“Tantangan berikutnya adalah memastikan pemilahan tidak berhenti pada kegiatan bank sampah, tetapi menjadi kebiasaan setiap rumah tangga. Dengan pengelolaan sampah yang lebih konsisten, sampah plastik yang masih memenuhi TPS diharapkan dapat ditekan secara bertahap,” tutupnya. (ADV)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button