KaltimSamarinda

Pembangunan Fisik Alami Penyesuaian, DPRD Kaltim Sebut Proses Lelang Berjalan Lambat

Ketua Komisi III Abdulloh (Foto: Editorialkaltim/Adryan)

Editorialkaltim.com – Realisasi pembangunan fisik di Kalimantan Timur (Kaltim) selama 2026 mengalami penyesuaian akibat lambatnya proses lelang. Kondisi tersebut turut berdampak terhadap pelaksanaan sejumlah proyek dan penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Ketua Komisi III DPRD Kaltim Abdulloh mengatakan keterlambatan bukan terjadi saat pekerjaan fisik dilaksanakan. Menurutnya, persoalan sudah muncul sejak tahapan lelang yang membutuhkan waktu lebih panjang.

“Jadi keterlambatan ini bukan keterlambatan pelaksanaan proyek. Memang saat lelang masih tarik-ulur pandangan-pandangan, sehingga lelang jadi terlambat,” ujarnya, Senin (5/10/2026).

Baca  Kelangkaan Gas Melon Kambuh Lagi, DPRD Samarinda Soroti Dugaan Sindikat!

Lambatnya proses lelang membuat jadwal pelaksanaan sejumlah proyek harus disesuaikan. Situasi tersebut juga berdampak terhadap realisasi APBD Kaltim yang hingga kini belum maksimal.

Meski demikian, Abdulloh mengaku telah mendapat komitmen dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk mengejar realisasi pembangunan menjelang akhir 2026. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim menargetkan serapan APBD dapat mencapai sekitar 95 persen pada November hingga Desember.

Baca  Dirumahkan Sebulan Tanpa Gaji, Ratusan Tenaga Bakti Rimbawan di Kaltim Tuntut Kepastian

“PU menjanjikan di akhir perubahan ini, sekitar November, Desember itu bisa 95 persen,” ungkapnya.

Abdulloh menegaskan seluruh proyek yang telah melewati proses lelang harus segera dikebut. Ia meminta pekerjaan yang telah dikontrakkan dapat dituntaskan sebelum berakhirnya tahun anggaran 2026.

“Semua prioritas. Dan yang sudah dilelang harus selesai tahun ini,” tegasnya.

Menurut Abdulloh, target tersebut tidak hanya berkaitan dengan progres pembangunan fisik, tetapi juga realisasi keuangan. Dengan waktu pelaksanaan yang semakin terbatas, pemerintah daerah perlu memaksimalkan pekerjaan agar target serapan anggaran dapat tercapai.

Baca  DPRD Samarinda Apresiasi Kinerja KPU, Soroti Pendataan dan Sistem Pemilu

Terkait besaran pagu pembangunan fisik Kaltim selama 2026, Abdulloh belum menyampaikan angka secara terperinci. Ia menyebut besaran anggaran tersebut perlu dipastikan kembali dengan melihat dokumen APBD.(adr/ndi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari editorialkaltim.com. Follow instagram “editorialkaltim”, caranya klik link https://www.instagram.com/editorialkaltimcom/ untuk mendapatkan informasi terkini lainnya.

Related Articles

Back to top button